Harus Ada 'BPOM' Mainan

Harus Ada 'BPOM' Mainan

- detikFinance
Rabu, 22 Agu 2007 14:08 WIB
Jakarta - Obat dan makanan punya BPOM untuk pengawasannya. Untuk produk mainan? Indonesia belum punya. Tak heran, mainan-mainan beracun bebas melenggang.Menurut Ketua Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI) Dhanang Sasongko, sudah saatnya pemerintah membuat 'BPOM' khusus untuk mainan.Pemerintah juga harus membuat laboratorium khusus untuk melakukan pengujian atas mainan-mainan yang beredar di Indonesia."Supaya dari sisi keamanan bisa diakomodir oleh pemerintah," ujar Dhanang dalam perbincangannya dengan detikFinance, Rabu (22/8/2007).Pernyataan itu disampaikan Dhanang menanggapi keluarnya hasil tes dari Sucofindo atas mainan Cina, yang ternyata mengandung timbal hingga 4 kali lipat di atas kadar normalnya.Dalam laporan yang dikeluarkan Sucofindo bernomor 0250195, diketahui bahwa mainan mobil-mobilan Cina itu mengandung timbal hingga 353 miligram per kilogram .Pengujian itu dilakukan atas inisiatif APMETI sendiri, menyusul maraknya penarikan produk mainan Cina, terutama dari AS.Menurut Dhanang, sudah waktunya pemerintah membuat laboratorium khusus untuk menguji mainan. Hal ini mengingat pengujian oleh Sucofindo memakan biaya yang sangat besar hingga US$ 97 atau sekitar Rp 875 ribu per sampel mainan.Dhanang menambahkan, pengujian itu dilakukan tanpa motif apapun, apalagi terkait kisruh perdagangan Indonesia-Cina."Ini tidak ada kepentingan dengan perdagangan, ini kesadaran kami sendiri," tegasnya.Kandungan timbal itu dinilai sangat berbahaya karena bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker. Namun kandungan timbal itu tidak akan terdeteksi secara cepat didalam tubuh, dan baru akan diketahui dampaknya setelah sekian lama menumpuk di tubuh.Mainan-mainan Cina yang berbahaya itu, menurut Dhanang, masuk secara ilegal. Namun karena saking banyaknya mainan ilegal Cina yang masuk, pemerintah jadi malas mengurusi. Dhanang juga mengakui, mainan-mainan Cina umumnya sangat disukai karena harganya yang sangat murah.Untuk itu, Dhanang mengusulkan agar pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya-bahaya mainan tersebut. Selain itu, sudah saatnya bagi pemerintah untuk lebih memberdayakan mainan tradisional. (qom/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads