Waks! Harga Elpiji Rp 75.000
Rabu, 22 Agu 2007 14:26 WIB
Pekanbaru - Harga gas elpiji di Pekanbaru melambung tinggi melebihi harga ketentuan yang diberikan Pertamina. Naiknya harga gas elpiji sangat memberatkan warga. Kenaikan gas elpiji dalam dua pekan terakhir sangat mencekik leher. Harga di sejumlah minimarket mencapai Rp 75.000 per tabung gas berisikan 12,5 kg. Padahal harga resmi dari Pertamina hanya berkisar Rp 55.000/ tabung. Selain harganya melambung tinggi, warga juga kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji. Sejumlah agen resmi yang ditunjuk Pertamina sebagai penyalur, sering ditemui warga kehabisan stok. "Pertamina memang mengumumkan tempat-tempat penjualan resmi gas elpiji. Namun kondisinya di agen resmi justru sering kehabisan stok. Akhirnya kami membeli ketingkat pengecer dengan harga Rp 75.000 per tabung," ungkap Bangun Sitepu salah seorang warga kepada detikFinance, Rabu (22/08/2007) di Pekanbaru. Warga menduga, langkanya gas elpiji di sejumlah agen resmi, merupakan bentuk kecurangan para agen resmi elpji. Dimana, para agen sengaja menjual gas elpiji ke sejumlah minimarket dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang ditetapkan Pertamina. "Dengan menjual ke minimarket langsung, para agen elpiji akan mendapat keuntungan yang berlebih besar lagi dibandingkan menjual ke konsumen. Ini salah satu bentuk kecurangan penyalur elpiji," kata Bangun.Kepala Cabang Pertamina Pekabanbaru, Adi Nugroho menanggapi melonjaknya harga gas elpiji itu mengaku telah mengambil langka penanganan dengan cara menyalurkan elpiji ke sejumlah SPBU.Disamping itu, pihak Pertamina Pekanbaru juga telah memberitahukan kepada masyarakat sejumlah tempat agen resmi elpiji. "Langkah ini kita lakukan untuk menstabilkan harga ditingkat pengecer. Kami sudah memberitahukan kepada masyarakat, bahwa sekarang ini, di sejumlah SPBU telah tersedia gas elpiji," terang Adi Nugroho saat dihubungi detikFinance.Dia menjelaskan, untuk menghindari spekulan, pembelian gas elpji di sejumlah SPBU dan agen resmi harus menunjukkan KTP ataupun Kartu Keluarga. "Ini kita lakukan guna menghindari spekulan-spekulan nakal," terangnya. Di samping itu, pihak Pertamina juga sudah mengingatkan kepada agen elpiji yang memasok mini market, untuk tidak menjual harga yang tinggi. Sebab, harga resmi di SPBU hanya Rp 55.000/tabung. "Jadi kalau ada minimarket yang menjual harga gas elpji sampai Rp 75.000/ tabung, ini juga tidak bener. Harga itu jelas sangat tinggi sekali. Bila ditemui mini market yang menjual harga segitu, tolong warga memberikan laporan resmi kepada kita, agar kita mengetahui dari mana minimarket itu mendapat pasokan gas elpijinya. Dengan demikian, kita dapat memberi peringatan resmi kepada agen penyalurnya," pinta Adi Nugroho.
(cha/qom)











































