RI Bisa Jual 25 Juta Ton Carbon Credit Mulai 2008

RI Bisa Jual 25 Juta Ton Carbon Credit Mulai 2008

- detikFinance
Rabu, 22 Agu 2007 14:39 WIB
Jakarta - Indonesia diharapkan siap menjual setidaknya 25 juta ton carbon credit mulai tahun depan. Volume carbon credit itu setara dengan US$ 250-300 juta. Carbon credit merupakan proyek pengurangan emisi dengan CDM (clean development mechanism) yang kemudian disertifikasi PBB. Setelah disertifikasi, kredit itu bisa dibeli oleh perusahaan terutama di negara maju yang menghasilkan banyak emisi. Dengan membeli kredit tersebut, maka perusahaan pembeli dianggap sudah mengkompensasikan emisi yang dihasilkan dengan membeli proyek CDM di negara lain. Jadi misalkan perusahaan penghasil emisi di Amerika bisa membeli carbon credit dari proyek pengembangan energi terbarukan seperti PLTP di Indonesia, maka itu sudah dianggap kompensasi. Carbon Credit merupakan langkah untuk memenuhi target protokol Kyoto agar emisi dunia bisa berkurang 5% di tahun 2012 dari posisi 1990. Country Director Indonesia Eco Securities Agus Sari menjelaskan, volume itu adalah target dari institusinya. Jika ada institusi lain yang mengembangkan, maka jumlahnya bisa bertambah. Beberapa proyek CDM yang ditangani Eco antara lain PLTP Kamojang milik PLN. "Terakhir kita tandatangan dengan PLN untuk Kamojang. Kapasitasnya sekitar 50 MW, jadi carbon creditnya sekitar 200 ribu ton per tahun," katanya disela-sela talkshow mengenai carbon credit di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (22/8/2007). Selama ini belum ada satu pun proyek di Indonesia yang berhasil di jual. Bukan tidak laku, tapi karena belum ada proyek yang jalan. "Proyeknya baru jalan diperkirakan pertengahan tahun depan," lanjutnya. Pengembangan CDM di Indonesia selama ini terbilang lambat dibanding negara yang lain. Padahal Indonesia memiliki potensi 10% dari perkiraan suplai carbon credit dunia. Ini menjadikan Indonesia berada di posisi terbesar kelima. "Hambatan pengembangan CDM di Indonesia lebih dikarenakan peraturan pemerintah. Tapi saya tak bisa katakan bagaimana persisnya," kata CEO Eco Securities Bruce Usher. Hal ini juga diakui Director Invesment and Bank Credit Suisse Indonesia Ray Gunara. "Indonesia sangat potensial sebagai suplier. Sedangkan yang beli nanti biasanya dari Eropa," katanya. Credit Suisse menyediakan dana US$ 1 miliar untuk investasi CDM di seluruh dunia. Pada 2006 nilai perdagangan carbon credit dipasaran mencapai 30-35 miliar euro. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads