Minyak Tanah Juga Langka di Yogyakarta
Rabu, 22 Agu 2007 15:45 WIB
Yogyakarta - Minyah tanah mulai langka di beberapa wilayah di Yogyakarta. Akibatnya, antrean pembeli di beberapa pangkalan minyak tanah Yogyakarta mengular.Kelangkaan minyak tanah berdasarkan pantauan detikfinance, Rabu (22/8/2007) diantaranya terjadi di wilayah Prambanan Kabupaten Sleman yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Beberapa pedagang minyak tanah eceran di Prambanan ada yang harus mencari hingga wilayah Klaten.Sedang di Kota Yogyakarta, kelangkaan terjadi di beberapa kecamatan. Di beberapa pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta seperti di Jalan Taman Siswa dan Kyai Mojo terjadi antrean pembelian. Sejak pukul 08.00, puluhan pembeli sudah antre jeriken. Jeriken minyak isi sekitar 10-20 liter itu ditaruh berbaris memanjang di depan toko.M eski setiap pangkalan rutin mendapat pasokan setiap 3 hari sekali, dalam waktu tidak kurang dari 4 jam, sekitar 2 ribu liter minyak tanah langsung ludes."Sekarang susah mencari minyak tanah, saya terpaksa harus pindah kulakan ke tempat agen di Klaten," kata Marmi(33) seorang pedagang minyak tanah eceran di Prambanan.Dia mengatakan saat ini untuk kulakan minyak tanah terpaksa membeli di wilayah Klaten, sebab pasokan dari pangkalan atau agen di Yogyakarta tidak lancar. Tidak hanya dirinya saja, namun beberapa pedagang di Prambanan banyak yang kulakan wilayah Kecamatan Jogonalan dan Kota Klaten yang berjarak sekitara 10-an kilometer. "Itupun tidak bisa dapat banyak, paling banter sekitar 50-an liter saja dan dijual eceran dengan harga Rp 2.700/liter," kata dia.Hal senada juga dikatakan oleh Murheni (40) salah satu agen minyak tanah di Desa Tlogo Prambanan. Biasanya toko miliknya UD Rizki setiap minggu mendapat pasokan minyak tanah sebanyak dua kali tiap hari Selasa dan Jumat. Namun sejak sebulan lalu, pasokan dikurangi hanya seminggu sekali yakni tiap hari Selasa saja.Akibatnya, berkurangnya pasokan minyak tanah dari agen Pertamina itu kata dia, banyak pembeli yang tidak terlayani. Setiap hari Selasa, puluhan pembeli sudah datang antre menunggu dengan menempatkan puluhan jeriken antre satu persatu memanjang di depan toko. Satu tangki isi 5 ribu liter langsung habis dalam waktu setengah hari."Sekarang ini cepat habis, sehingga kami hanya melayani siapa cepat, siapa yang dapat saja dengan harga Rp 2.400/liter. Itupun banyak yang tak kebagian," kata dia sambil menunjuk belasan drum minyak tanah sudah kosong itu.
(bgs/qom)











































