BPH Migas Minta Dilibatkan dalam Progam Konversi
Rabu, 22 Agu 2007 18:23 WIB
Jakarta - BPH Migas telah mengajukan surat pada Pertamina meminta untuk dilibatkan dalam program konversi minyak tanah ke gas. Namun surat yang telah dikirim sejak minggu lalu itu belum mendapat respon dari Pertamina.Direktur BBM BPH Migas Errie Soedarmo menjelaskan, meskipun yang ditunjuk sebagai pelaksana program konversi adalah Pertamina, namun BPH Migas seharusnya ikut disertakan."Karena tugas PSO yang memberikan kan BPH Migas. Meskipun dia (Pertamina) diberi tugas sebagai pelaksana program konversi,tapi BPH Migas harus disertakan," katanya ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/8/2007).Menurutnya, BPH Migas sebagai pengatur BBM subsidi di hilir berhak tahu berapa minyak tanah (mitan) yang ditarik dari masyarakat. "Mitan kan termasuk yang di-PSO-kan. Kasih tahu, berapa yang ditarik," katanya.Ia menekankan, program konversi bukan sekadar bagi-bagi tabung dan kompor. Lebih dari itu, rantai distribusi minyak tanah juga harus dikonversi menjadi rantai distribusi LPG."Ini tugas Dirjen Migas. Yang harus dipastikan Ditjen Migas itu bagaimana rantai distribusi minyak tanah menjadi rantai distribusi LPG," ujarnya.Ia menambahkan, program konversi ini memang akan mengikis habis oknum-oknum yang biasanya menyimpangkan minyak tanah bersubsidi."Otomatis ada usaha perlawanan dari mereka. Kalo oknum-oknum nakal ini tidak ambil jatah mitan bersubsidi, kelangkaan tidak akan terjadi. Soalnya ada disparitas harga antara mitan bersubsidi dan mitan non subsidi," lanjutnya.
(lih/ddn)











































