Peran Pasar Tradisional Memudar, DPD Tuding Pemodal Besar

Peran Pasar Tradisional Memudar, DPD Tuding Pemodal Besar

- detikFinance
Kamis, 23 Agu 2007 10:54 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI merasa prihatin terhadap fenomena tergesernya pasar tradisional dari kehidupan ekonomi rakyat. Kemandirian ekonomi kerakyatan, lewat pasar tradisional, yang sesungguhnya bisa berperan mengatasi kemiskinan dan pengangguran, lambat laun memudar dan kehilangan marwahnya. Demikian dikatakan oleh Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita dalam pidatonya pada Sidang Paripurna Khusus DPD RI Dengan Presiden RI Tentang Pembangunan Daerah Dalam RAPBN Tahun Anggaran 2008 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/8/2007). "Pasar-pasar modern dan toko-toko sudah dibanjiri oleh produk-produk impor, sampai barang yang paling sederhana sekalipun. Kebanggaan dan semangat menjadi bangsa yang mandiri telah digeser oleh konsumerisme yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan promosi dari para pemodal besar yang mengglobal," tuturnya. Ginandjar menambahkan, untuk bidang ekonomi, pemerintah perlu melakukan upaya untuk mendorong perkembangan produksi dalam negeri yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. "Jalan proteksi untuk memanfaatkan pasar dalam negeri yang cukup besar adalah cara yang paling gampang, tetapi dengan WTO dan berbagai kesepakatan multilateral lainnya konsep itu sudah tidak leluasa lagi dijalankan," jelasnya. Cara lainnya adalah dengan mendahulukan penggunaan hasil-hasil produksi dalam negeri oleh instansi-instansi pemerintah. "Atau jalur lainnya adalah mengkampanyekan kepada masyarakat penggunaan produk dalam negeri sebagai ungkapan rasa cinta kepada bangsa dan negara sebagai manifestasi idealisme dan patriotisme dalam masa damai," paparnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads