Perdagangan RI Masih Defisit Rp 150 M dari Australia, Sektor Ini Mau Digeber

Perdagangan RI Masih Defisit Rp 150 M dari Australia, Sektor Ini Mau Digeber

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 12 Nov 2025 13:48 WIB
Perdagangan RI Masih Defisit Rp 150 M dari Australia, Sektor Ini Mau Digeber
Foto: ANTARA FOTO/Mentari Dwi Gayati
Jakarta -

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese akan mendorong peningkatan ekspor dari Indonesia.

Sebab, meskipun Indonesia dan Australia sudah memiliki perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sejak 2020, namun neraca dagangnya Indonesia masih memiliki defisit cukup besar.

"Kita sudah mempunyai Indonesia-Australia CEPA sejak 2020. Ini kita lihat potensinya sebenarnya masih bisa lebih ditingkatkan dari segi perdagangan dan juga dari segi investasi terutama," ungkap Rosan di Sydney, Australia, Selasa (12/11/2025), waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjabarkan kurang lebih perdagangan Indonesia dan Australia menyentuh US$ 15 juta atau sekitar Rp 250,5 miliar (kurs Rp 16.700). Nah Indonesia masih defisit US$ 9 juta atau sekitar Rp 150,3 miliar.

"Total perdagangan kita itu kurang lebih US$ 15 juta. Yang mana kita memang masih mengalami defisit kurang lebih hampir US$ 9 juta," ujar Rosan.

ADVERTISEMENT

Sejauh ini perdagangan Indonesia tertolong oleh turis yang berkunjung ke Indonesia dengan total pengunjung hampir 2 juta orang per tahun. Umumnya turis hanya pergi ke Bali, Indonesia ingin lebih banyak daerah juga dikunjungi turis Australia.

"Nah itu juga hal yang sangat positif tapi kita harapkan juga tidak hanya ke Bali tapi juga ke daerah-daerah lain, Labuan Bajo dan lain-lain," ujar Rosan.

Lebih lanjut, Rosan yang juga memimpin BPI Danantara menyatakan pihaknya sudah bertemu dengan 5 perusahaan Australia yang berpotensi dijaring investasinya ke Indonesia. Ada yang akan mengembangkan rumah sakit, proyek hilirisasi, hingga peternakan sapi.

"Mereka bisa berinvestasi baik di bidang rumah sakit, dan dua di bidang hilirisasi. Dua di bidang hilirisasi mereka sudah investasi di Indonesia dan ingin melakukan ekspansi. Itu juga akan kita fasilitasi. Dan ada juga untuk agriculture di bidang sapi ya," papar Rosan.

Tonton juga video "Misbakhun Tanggapi Defisit APBN"

(hal/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads