BP Migas Capek Dituding Laporan Keuangannya Jelek
Kamis, 23 Agu 2007 18:46 WIB
Jakarta -
Badan Pemeriksa Keuangan menilai laporan keuangan BP Migas jelek. Menanggapi hal itu BP Migas mengaku capek dan lelah diganggu dengan masalah-masalah di luar bisnisnya yakni meningkatkan produksi migas. Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin disela-sela acara ESDM Idol di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Kamis (23/8/2007). "Saya hanya satu message (pesan), terus terang saya capek, lelah. Capek lelah itu apa, kita (BP Migas) ditugaskan untuk meningkatkan produksi. Tapi yang terjadi adalah isu-isu kecil yang sebetulnya materinya besar. Masalah cost recovery, masalah apalah," keluhnya.Padahal sistem pelaporan BP Migas sudah diperiksa sejak lama dengan format yang sama dan tidak pernah dipermasalahkan. "Kalau ini bener jelek kenapa tahun-tahun lalu nggak begini," katanya.Hal yang sama juga dikeluhkan Deputi Finansial Pemasaran dan EKonomi BP Migas Edy Purwanto. "Nah, tolong tanya ke BPK. Dulu BPK sudah masuk (periksa) kenapa tidak apa-apa. Kita akui kalau ada kesalahan kita perbaiki," jawabnya ketika ditanya kenapa baru sekarang laporannya dipermasalahkan.Karena dulu tidak pernah dipermasalahkan, maka BP Migas pun beranggapan bahwa laporan keuangannya aman-aman saja. Selain itu, Edy juga mengeluhkan bahwa BP Migas hingga kini belum punya neraca kekayaan awal yang seharusnya dikeluarkan pemerintah. "Tanpa itu, sampai kapan pun laporan kita tidak akan bagus," ujarnya.Ia juga mendesak Departemen Keuangan dan BPK memutuskan sistem apa yang harus digunakan dalam pelaporan keuangan. Dan itu harus diteguhkan dengan dibuat payung hukumnya.Ia juga menegaskan, masalah laporan keuangannya kali ini tidak ada hubungannya dengan cost recovery. "Ini murni sistem pelaporan, tidak ada hubungannya dengan cost recovery, itu kan isi, jadi jangan dicampur-campur," ujarnya. Untuk mengatasinya, Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskan, pihaknya telah menyewa jasa konsultan dari Universitas Indonesia. Konsultan ini akan merekomendasikan sistem apa yang sesuai digunakan BP Migas. Apakah itu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). "Kita kaji, UI konsultannya. Nanti kalau sudah selesai kita putuskan," ujarnya. Namun ketiga pejabat BP Migas itu sepakat akan memperbaiki laporan keuangannya jika diminta.
(lih/ddn)










































