Pertamina-MCL Harus Segera Serahkan Proposal Blok Cepu
Jumat, 24 Agu 2007 17:48 WIB
Jakarta - BP Migas mendesak Joint Operating Commitee (JOC) Pertamina-Mobil Cepu Ltd (MCL) menyerahkan proposal pembangunan pipa dan pemanfaatan kilang. Proposal itu dibutuhkan untuk meminimalisir hambatan produksi minyak di Cepu, Jawa Timur yang menjadi andalan peningkatan target produksi 2008. "Tanyakan ke Pertamina dan MCL, kenapa proposalnya belum dimasukin?" tegas Deputi Operasi BP Migas Dodi Hidayat dikantornya, Jakarta, Jumat (24/8/2007). Pembangunan pipa dibutuhkan untuk mengalirkan minyak yang diproduksi di lapangan Banyu Urip, blok Cepu. Sedangkan pemanfaatan kilang diperlukan untuk mengolah minyak yang dihasilkan. Jadi kedua fasilitas ini harus ada sebelum minyak diproduksi. Jika tidak, maka produksi bisa mundur. "Kalau dibilang mundur nggak tahu kita. Kalau delay ya salahnya dia," katanya. Sementara itu, Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin juga menyatakan mengenai rencana upgrading kilang Humpuss agar bisa digunakan sebagai fasilitas produksi dari Blok Cepu. Upgrading itu rencananya akan dilakukan oleh pihak ketiga dengan persetujuan operator Banyu Urip, yaitu MCL. "Yang Humpuss katanya mau di-upgrade oleh pihak lain, tapi dengan persetujuan Exxon (MCL)" katanya.
(lih/qom)











































