Pemerintah Janji Masalah Minah Tuntas Beberapa Hari Lagi
Senin, 27 Agu 2007 08:11 WIB
Jakarta - Pemerintah menjanjikan kelangkaan minyak tanah (minah) yang kini menjadi-jadi bisa berakhir dalam beberapa hari kedepan. "Kalau kita belajar dari pengalaman masa lalu, akan selesai dalam beberapa hari," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dikantornya, Jakarta, Minggu (26/8/2007). Ia menjelaskan, kelangkaan kali ini lebih disebabkan panic buying masyarakat yang mengira minyak tanah akan ditarik sekaligus. Sehingga masyarakat memburu minyak tanah sebelum hilang. Selain itu, banyak yang mengantri dengan dirijen ukuran besar dan mengantri berkali-kali. Ini menyebabkan permintaan jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Untuk itu, Pertamina diperintahkan terus menggelontorkan minyak tanah ke masyarakat sampai akhirnya mencapai titik jenuh. "Kalau kita pasok terus mereka beli terus. Nanti ada masa maturity, titik jenuh. Mereka sudah kebanyak beli, di rumah penuh. bingung mau diapain," katanya. Masa ini ditandai dengan menurunnya permintaan minyak tanah dari Pertamina. Hari Selasa nanti, Purnomo mengaku akan mengumpulkan semua pihak yang terkait program ini untuk mencari alternatif pelaksanaan program. "Kita akan belajar dari pengalaman di Kemayoran yang sukses. Padahal waktu itu ditangani Pertamina sendirian," ujarnya. Akibatnya, program konversi di Semarang dan Surabaya pun akan dievaluasi ulang menunggu keputusan rapat tersebut. Ia menegaskan, kisruhnya konversi akhir-akhir ini belum tentu berpengaruh ke APBNP 2007. "Kalau bicara APBN itu kan untuk setahun, ini baru seminggu. Jadi hati-hati," katanya.
(lih/qom)










































