NTB Minta Pelabuhan Ekspor

NTB Minta Pelabuhan Ekspor

- detikFinance
Senin, 27 Agu 2007 09:30 WIB
Mataram - Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pemerintah pusat bersedia membangun pelabuhan ekspor di wilayahnya. Karena ketiadaan pelabuhan, ongkos angkut komoditas ekspor dari NTB lebih besar daripada harga jual."Karena itu, kita sangat memerlukan pelabuhan ekspor. Di sini kan tidak ada," ujar Gubernur NTB, Lalu Serinata, di pendopo kantor Gubernur NTB, Mataram, akhir pekan lalu.Serinata mencontohkan, salah satu komoditas ekspor NTB adalah jagung yang dihasilkan oleh petani di wilayah Labanka. Sebanyak 7-8 ton jagung pipilan bisa didapatkan tiap kali panen, sedangkan panen jagungsendiri terjadi 3 kali setiap tahun."Hasil Labanka tempo hari saya bawa ke Sumba Indah, dimana 70 persen bahan baku mereka datangkan dari Amerika, Argentina, dan Meksiko. Hasil (jagung) Labanka sebenarnya jauh lebih baik secara kualitas, tapi kita kalah dalam hal ongkos angkut," imbuhnya.Serinata menjelaskan, pembuatan pelabuhan ekspor dapat mendongkrak investasi provinsi di wilayah timur Indonesia itu. Minimnya investasi adalah penyebab ketertinggalan sebagian besar kabupaten di NTB selama ini.Menurut Serinata, di NTB Kecuali kota Mataram dan Bima, 7 kabupaten lainnya ditetapkan Kementrian Negara Pembangunan Daerah tertinggal (PDT) sebagai daerah tertinggal. 7 kabupaten itu adalah Dompu, Sumbawa Besar, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur."Sebenarnya investor yang masuk sudah cukup banyak, namun saat hendak direalisasi, mereka mundur," keluh Serinata (irw/arn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads