JICA Bantu Pengembangan Panas Bumi RI
Senin, 27 Agu 2007 10:40 WIB
Jakarta - Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan hibah kepada pemerintah Indonesia berupa hasil studi master plan panas bumi Indonesia. Studi tersebut akan menentukan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mencapai target pengembangan panas bumi sebesar 9.500 megawatt pada 2025.Demikian diungkapkan Direktur Bina Usaha Panas Bumi Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Sugiharto Harsoprayitno disela-sela donor darah di Departemen ESDM, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (27/8/2007)."Saya sedang terima laporan dari JICA tentang studi master plan. Studi untuk susun rencana pengembangan panas bumi sesuai dengan road map kita," ujar Sugiharto.Sugiharto menjelaskan, studi tersebut sudah dilakukan JICA selama 3 tahun dan berbentuk bantuan atau hibah yang seluruhnya didanai dari mereka.Studi yang dilakukan antara lain meliputi jarak transmisi PLN dengan sumber listrik, sumber panas bumi mana yang harus lebih dulu berkembang dan berapa tarif listrik. Juga termasuk berapa jumlah ekonomis yang bisa dikembangkan serta faktor infrastruktur."Tahun 2010 misalnya harus mencapai 3000 megawatt. Mereka ngasih tahu itu nggak tercapai, baru tercapai 2012 dengan harga tertentu," katanya.
(lih/arn)











































