Kapasitas PLTA Jawa-Bali Tinggal 50% Akibat Kekeringan

Kapasitas PLTA Jawa-Bali Tinggal 50% Akibat Kekeringan

- detikFinance
Senin, 27 Agu 2007 11:36 WIB
Jakarta - Musim kering telah menyebabkan kapasitas energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sistem Jawa Bali berkurang hingga 50%. "Kapasitas energinya kurang dari 50%," ujar Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim disela-sela donor darah di gedung Departemen ESDM, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (27/8/2007). Ia mencontohkan PLTA Saguling yang hanya beroperasi 400 MW dari kapasitas 800 MW. Sementara dari total energi normal yang dihasilkan sekitar 3.000 MW menjadi hanya sekitar 1.500 MW. Namun Ali menjelaskan, pengurangan daya ini hanya terjadi pada siang hari. Sedangkan pada malam hari kapasitas energi bisa dialirkan penuh. "Tapi hanya beberapa jam saja, untuk memenuhi peak," lanjutnya. Beberapa pembangkit listrik tenaga air di Jawa Bali antara lain PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTA di Barata. Sedangkan terkait PLTG Cilegon, Ali menyatakan pasokan gas sudah mengalir sesuai kontrak, yaitu 80 mmscfd. Sebelumnya PLTG ini hanya mendapat 40 mmscfd. Dengan pasokan penuh, PLTG bisa menghasilkan listrik hingga 600 MW dari kapasitas penuh 740 MW. Untuk sisanya, PLN akan meminta pengalihan gas yang melalui SSWJ sebesar 50 mmscfd. Gas dari PGN itu semula diperuntukkan untuk PLTG Muara Tawar, dialihkan untuk PLTG Cilegon. "Kalau kapannya kalian tanya PGN dong. Tapi tidak ada biaya tambahan," ujarnya. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads