Kalla: Aksi Radikal Buruh Hambat Investor Datang

Kalla: Aksi Radikal Buruh Hambat Investor Datang

- detikFinance
Senin, 27 Agu 2007 12:04 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menyoroti aksi radikal para buruh di Indonesia saat menyampaikan permintaannya. Wapres menilai kekerasan yang akhir-akhir ini dilakukan para buruh tersebut telah menghambat investasi dan perkembangan perekonomian di Indonesia. "Siapa yang mau datang ke Indonesia kalau kantornya dibakarin dan dilemparin. Selama ada Malaysia dan Vietnam siapa (investor) yang mau datang ke Indonesia?," kata Kalla saat memberi sambutan dalam pembukaan rakornas pengawasan ketenagakerjaan tahun 2007 di kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Kalibata,Jakarta, Senin (27/8/2007).Meskipun demikian, Kalla memaklumi jika para buruh ada yang melakukan demo maupun mogok kerja, asal tidak secara radikal."Demo tidak jadi soal. Tapi kalau kantor dilemparin, dibakarin, sandera manajer, itu tidak baik," tegas Kalla.Menurut Kalla, tindakan radikal dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya semakin banyaknya serikat buruh di Indonesia."Dulu serikat buruh cuma satu, tapi sekarang banyak dan kadang-kadang bersaing siapa yang paling keras itu yang didukung," ujar Kalla.Dalam kesempatan tersebut, Kalla juga menyampaikan penambahan tenaga pengawas tenaga kerja tidak diperlukan."Tidak perlu minta tambahan pegawai, tinggal digeser-geser saja dari PNS, kan bisa," jelas Kalla.Sebelumnya Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno menyampaikan dalam sambutannya bahwa jumlah pengawas tenaga kerja di Indonesia masih jauh dari ideal."Sekarang ini pengawas ketenagakerjaan ada 1.679 pegawai dengan perbandingan 1:110. Idealnya 1:50 sehingga masih kurang sekitar 2.020 pegawai," jelas Erman. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads