Subsidi Ganda Minah-Elpiji Sangat Kecil Kemungkinannya
Senin, 27 Agu 2007 15:55 WIB
Jakarta -
Program konversi minyak tanah (minah) ke elpiji masih kisruh dan berpotensi menimbulkan subsidi ganda. Namun menurut Menkeu Sri Mulyani, kecil kemungkinan terjadi subsidi ganda itu.Penegasan itu disampaikan Menkeu Sri Mulyani yang ditemui usai rapat kerja di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2007)."Kalau anggaran realisasi, kita akan memonitor mengenai berapa betul-betul kalau untuk kerosin berapa volume, dan untuk elpiji berapa pengeluaran, jadi kalau adanya double anggaran kemungkinannya lebih sangat kecil," kata Menkeu. Untuk menghindarinya, lanjut Menkeu, perlu diawasi area-area yang menjadi target konversi. Misalnya di daerah yang sudah ikut program konversi, maka harus diikuti dengan penurunan konsumsi minyak tanah."Sehingga konsisten antara subsidi kerosin yang akan dikonversi kepada elpiji baik dari sisi daerah, target konsumennya atau dari sisi volume konsumsinya kemudian implikasinya ke anggaran," jelasnya.Meski anggaran subsidi sudah ditetapkan dalam APBN, namun menurut Menkeu, pencairannya masih belum pasti."Harus ada prosedur untuk bisa mencairkan anggaran itu sesuai dengah bukti-bukti pelaksanaannya," tandasnya.
(qom/ir)










































