Lembaga Syariah Diajak Biayai Proyek Infrastruktur
Senin, 27 Agu 2007 17:45 WIB
Jakarta -
Pemerintah membuka kesempatan bagi lembaga pembiayaan berbasis Islam atau syariah untuk turut serta membiayai proyek infrastruktur.Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di Internasional Conference in Islamic Capital Market di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (27/8/2007)."Sampai lima tahun ke depan proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh BUMN baik berupa jalan, energi, pelabuhan, bandara dan lainnya senilai Rp 250 triliun atau setara US$ 27 miliar," kata Sofyan.Meskipun demikian, peran pembiayaan syariah untuk ikut membiayai proyek-proyek tersebut masih terkendala faktor seperti regulasi."Bisa dibayangkan berapa besar yang seharusnya bisa dibiayai dari pembiayaan syariah," ujar Sofyan.Sofyan menargetkan di tahun ini penerbitan obligasi syariah bisa mencapai US$ 7 miliar atau tumbuh 33 persen dibanding tahun lalu.Hal yang sama dikemukakan oleh utusan khusus pemerintah untuk Timur Tengah Alwi Shihab, bahwa kendala lain enggannya dana masuk dari dari Timur Tengah yang berbasis syariah karena belum banyaknya cabang bank asal Timur Tengah di Indonesia"Kalau belum ada bank Islam mereka kurang comfort yang penting adalah bagaimana membuka cabang sebagai instrumen masuknya investor Timur Tengah," jelas Alwi.
(arn/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































