Harga Listrik dari Panas Bumi Naik Tajam

Harga Listrik dari Panas Bumi Naik Tajam

- detikFinance
Senin, 27 Agu 2007 18:27 WIB
Jakarta - Harga listrik yang dihasilkan dari wilayah kerja panas bumi yang akan ditenderkan tahun ini meningkat tajam. Bahkan melebihi kemampuan beli PLN. Direktur Bina Usaha Hulu Panas Bumi Ditjen Mineral Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Sugiharto Harsoprayitno menjelaskannya disela-sela donor darah, di gedung departemen ESDM, Jakarta, Senin (27/8/2007). Ia memperkirakan harga jual listrik ke PLN bisa mencapai US$ 8-10 sen/Kwh. Padahal harga beli PLN hanya US$ 5 sen/Kwh. Kenaikan ini disebabkan harga minyak yang terus naik yang memicu kegiatan eksplorasi minyak. Sehingga sebagian besar ahli bor direkrut untuk eksplorasi minyak. "Kita jadi kekurangan tukang bornya, makanya biaya eksplorasi panas bumi jadi mahal," katanya. Biaya eksplorasi untuk rata-rata 7 MW per sumur kini mencapai US$ 5-6 juta. Padahal setahun lalu, ketika harga minyak masih US$ 40, biaya satu sumur masih US$ 2-3 juta. Untuk mengatasi perbedaan harga jual dengan kemampuan PLN, Sugiahrto menjelaskan, kini tim tarif panas bumi tengah mengkaji beberapa rekomendasi. "Satu bisa diberi insentif. Kan ada komponen pajak, pemerintah bisa beri insetif pajak, apa tax holiday atau apa. Kalau masih kurang juga, apa subsidi, atau kemudahan,dll," katanya. Menanggapi itu, Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN ALi Herman Ibrahim menyatakan tidak sanggup membeli listrik seharga itu. "US$ 5 sen lah, kita bisa. Jangan kemahalan. Karena kalau mahal, di alirkan ke pelanggan, pelanggan nggak akan mau," ujarnya. Ia juga menegaskan, sebisa mungkin subsidi ataupun insentif dihindari. Yang perlu dilakukan adalah menekan biaya produksi di sektor hulu. "Jangan ada subsidi, harganya harus murah. Biaya eksplorasinya yang harus ditekan," tegas Ali diacara yang sama. Sebanyak enam wilayah kerja panas bumi akan ditenderkan tahun ini. Lelang akan digelar setelah tim tarif merumuskan tarif yang bisa dipatok untuk harga listrik yang dihasilkan. Diharapkan, tarif dan lelang bisa diselesaikan Oktober tahun ini. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads