Putin Datang, Perdagangan RI-Rusia Diharap Naik 3X Lipat

Putin Datang, Perdagangan RI-Rusia Diharap Naik 3X Lipat

- detikFinance
Selasa, 28 Agu 2007 10:29 WIB
Jakarta - Bersamaan dengan kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin, para pengusaha Indonesia-Rusia akan menyelenggarakan Forum Bisnis.Forum para pengusaha Indonesia-Rusia itu akan digelar Kadin pada 6 September 2007 bertempat di Hotel Ritz Carlton. Forum ini akan dihadiri sekitar 150 pengusaha Rusia dan 250 pengusaha Indonesia. Ditargetkan angka perdagangan kedua negara bakal naik tiga kali lipat.Forum bertemakan 'Indonesia-Rusia Implementing Partnership for Growth' ditujukan merealisasikan investasi dan perdagangan sehingga bukan hanya sekedar nota kesepahaman tapi lebihkepada perjanjian yang mengikat."Ditargetkan angka perdagangan akan naik tiga kali lipat dari US$ 700 juta pada 2006 menjadi US$ 2,5 miliar pada 2009," ujar Ketua komite dagang Indonesia-Rusia Didik Suwondo dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (28/7/2007).Didik menjelaskan, dalam forum ini akan saling mencari partner bisnis, sehingga akan dibentuk enam kelompok kerja. Enam kelompok kerja itu ialah:1. minyak, gas, pertambangan dan energi2. Perbankan Investasi dan asuransi3. Transportasi, komunikasi dan infrastruktur4. Perdagangan dan pariwisata 5. High teknologi, pertahananan dan teknologi luar angkasa 6. Perikanan, properti, medical, bioteknologi dan optik.Selain industri, turis-turis dari Rusia ke Indonesia yang tiap tahun naik 25% itu diharapkan terus bertambah.Ia menambahkan, belum tumbuhnya minat pengusaha Indonesia maupun Rusia untuk saling berdagang karena belum ada akses perbankan."Kami baru tau kalau Bank Mandiri dan bank terbesar kedua di Rusia Vneshtorg Bank memiliki perjanjian status corespondent Bank sejak 2003. Itu yang belum tersosialisasikan. Maka kita mengundang kedua pihak dari bank ini untuk datang ke forum," ungkap Didik.Didik menambahkan adanya perjanjian tersebut diharapkan menjadi pembuka pintu produk Indonesia ke Rusia. Karena selama ini eksportir Indonesia ke Rusia harus melalui proses perbankan yang rumit dan lama setelah melewati beberapa institusi perbankan."Ini akan jadi jalan tol produk komoditas kita seperti kopi, teh, CPO, karet dan rempah-rempah," ujarnya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads