Persyaratan Rumit, Target Kredit UKM Sulit Tercapai
Selasa, 28 Agu 2007 13:21 WIB
Kuta - Target Bank Indonesia (BI) mengucurkan kredit sebesar Rp 462 triliun kepada usaha kecil dan menengah (UKM) selama tahun 2007 dikhawatirkan bakal sulit tercapai. Disebabkan faktor proses pengucuran dana oleh pihak perbankan yang rumit. "Kalau memberi kredit hanya dibawah Rp 1 juta, banyak bank yang malas," kata Sekjen Departemen Koperasi dan UKM Guritno Kusumo di sela-sela pada pembukaan APEC Small and Medium Enteprise di hotel Patra Bai, Kuta, Selasa (28/08/2007).Guritno mengatakan, persyaratan pengucuran kredit masih dirasakan memberatkan oleh UKM karena prosesnya yang memakan waktu lama dan harus menyiapkan agunan. Untuk itu BI akan mencoba mengatasinya dengan mengembangkan lembaga keuangan mikro."Kenyataannya UKM sering terdesak oleh kebutuhan modal kecil secara mendadak dan cepat," kata Guritno. Guritno menjelaskan, plafon BI untuk kredit UKM mengalami kenaikan sebesar 60 % pada tahun 2007 dibanding tahun 2006 dengan jumlah UKM sebanyak 44,6 juta unit."Jika dibandingkan dengan plafon, maka 1 unit UKM bisa minimal memperoleh kredit sebesar Rp 10 juta. Plafon itu diharapkan mampu mendongkrak UKM dalam perekonomian nasional," tambah Guritno. APEC SME Forum diikuti oleh 23 negara, diantaranya negara-negara ASEAN, Jepang, Australia, Amerika. Forum ini memfokuskan kerjasama dalam pemberdayaan UKM.
(gds/arn)











































