Dede Yusuf Ingin Jadi 'Ikon' Program Konversi Minah
Selasa, 28 Agu 2007 17:17 WIB
Jakarta - Program konversi minyak tanah (minah) ke elpiji yang rusuh membuat kalangan DPR gerah. Anggota Komisi VII DPR yang juga seorang artis, Dede Yusuf pun tergerak hatinya untuk menjadi 'ikon' program konversi.Kekesalan anggota Komisi VII DPR RI soal carut marut program konversi tersebut ditumpahkan dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2007).DPR menilai koordinasi pemerintah dalam menjalankan program konversi minyak tanah masih kurang. Hal ini terbukti dengan dialihkannya tanggung jawab sosialisasi. Semula sosialisasi dipegang Departemen Pemberdayaan Perempuan, namun kini dialihkan ke Energi Manajemen Indonesia (EMI). EMI merupakan nama baru sebuah BUMN yang semual bernama Koneba. Seperti yang disampaikan anggota komisi VII dari FPDIP Ismayatun."Sosialisasi kan tadinya dipegang departemen pemberdayaan perempuan. Kemudian dialihkan jadi EMI. Ini kan berarti tidak ada koordinasi, makanya dipindahkan," ujarnya. Pengalihan wewenang juga terjadi dalam pengadaan dan distribusi paket konversi di pegang Kementrian UKM dan Koperasi.Tahun ini kementrian tersebut masih punya tugas membagikan 371 ribu paket, namun mulai tahun depan tanggung jawabnya itu dialihkan ke Pertamina. "Bukan berarti kemarin kurang koordinasi, hanya untuk mempermudah," katanya. Untuk mengatasi masalah sosialisasi, anggota komisi VII dari FPAN yang juga seorang artis, Dede Yusuf memberi saran. "Kalau perlu pakai artis, lah... kan ada Dede Yusuf...." cada Dede menawarkan diri.
(lih/qom)











































