Serikat Pekerja Tolak Penjualan Gedung Garuda

Serikat Pekerja Tolak Penjualan Gedung Garuda

- detikFinance
Rabu, 29 Agu 2007 09:29 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah menjual gedung Garuda ditolak mentah-mentah oleh Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia Bersatu.Penolakan penjualan Gedung Garuda itu telah disampaikan oleh Sekretariat Bersama Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia Bersatu, dalam surat bernomor SEKBER/EXT-024/VIII/07 tertanggal 27 Agustus 2007 yang ditujukan ke Wapres Jusuf Kalla."Kami minta Wapres dapat membatalkan rencana penjualan," tegas Ketua Presidium Sekber SP Garuda Salim dalam suratnya kepada Wapres, yang salinannya diterima detikFinance, Rabu (29/8/2007).Recana penjualan gedung Garuda itu sudah lama disampaikan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil. Bahkan rencana tersebut sudah dilontarkan sejak Menneg BUMN dijabat Sugiharto.Sofyan Djalil dalam kesempatan rapat kerja dengan DPR Mei lalu menjelaskan, gedung Garuda yang terletak di Jalan Merdeka Selatan itu akan dijadikan gedung Danareksa. Gedung Danareksa sendiri akan dipakai sebagai kantor Menneg BUMN.Kantor Kementerian BUMN terpaksa hijrah karena gedung yang saat ini dipakai akan diambil oleh Departemen Keuangan. Rencananya, gedung Garuda itu akan dijual dengan harga Rp 250 miliar. SP Garuda mengirimkan surat ke Wapres, karena menurut mereka, rencana penjualan gedung itu dilontarkan oleh Kalla.Menurut Salim, permasalahan yang melanda Garuda saat ini lebih disebabkan karena manajemen tidak memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis penerbangan.Salim merasa yakin, kinerja Garuda dapat diperbaiki dengan peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi biaya secara signifikan."Tapi bukan dengan cara penjualan aset," tegas Salim mewakili SP Garuda dalam pernyataannya.Perbaikan pendapatan, menurut Sekargam dapat dilakukan dengan membatalkan perjanjian pengelolaan agen domestik, sehingga uang cash bisa dapat langsung masuk ke account Garuda."Dan untuk menekan biaya, dapat meninjau ulang kontrak kerjasama dengan Ground Handling PT Gapura Angkasa dan sistem informasi dengan Lufthansa System Indonesia yang harganya sangat wajar," demikian pernyataan dari Sekber SP Garuda. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads