Harga Elpiji Ukuran 50 Kg Naik 1 September
Rabu, 29 Agu 2007 13:54 WIB
Jakarta - Terhitung 1 September, Pertamina akan menaikkan harga elpiji 50 kg sebesar 46 persen. Dari harga Rp 4.250 per kg menjadi Rp 6.200 per kg. Demikian penjelasan Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya dalam media gathering di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (29/8/2007).Menurut Hanung, kenaikan ini dilakukan untuk mengurangi kerugian yang membebani Pertamina selama ini dalam penjualan elpiji.Setiap tahunnya, Pertamina menanggung kerugian Rp 2-2,5 triliun dalam bisni elpiji. Meski begitu, kenaikan harga ini belum mencapai nilai keekonomiannya. "Harga keekonomian elpiji masih di atas Rp7.200 per kg. Jadi, Pertamina masih subsidi Rp 1.000 per kg," katanya. Namun ia menjamin harga elpiji 12 kg tidak akan naik karena dikhawatirkan menimbulkan gejolak sosial. Elpiji 12 kg memang banyak digunakan rumah tangga, sedangkan yang 50 kg banyak digunakan industri. Pengguna elpiji 12 kg mencapai 75 persen dari konsumsi nasional dan sisanya sebesar 12 persen pelanggan industri. Sedangkan sisanya 13 persen merupakan pasar elpiji 50 kg. Total konsumsi elpiji nasional mencapai 1,1 juta ton per tahun. Pengguna LPG 50 kg adalah pelanggan komersial seperti hotel, restoran, rumah sakit, dan rumah mewah. "Jadi, sudah tidak selayaknya mereka mendapatkan subsidi lagi," tegasnya. Menurut dia, pihaknya akan menaikkan lagi harga LPG 50 kg ke harga keekonomian dalam waktu dekat melihat situasi dan kondisi yang ada.
(lih/ir)











































