Pertamina: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Krisis Elpiji
Rabu, 29 Agu 2007 16:03 WIB
Jakarta - Pertamina menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terjadi krisis pasokan elpiji, terkait program konversi minyak tanah ke elpiji. Karena pasokan elpiji dunia akan mengalami surplus 15 juta ton pada akhir 2009.Demikian dikatakan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal saat media gathering di Ritz carlton, Jakarta, Rabu (29/8/2007)."Saat ini kebutuhan elpiji nasional mencapai 1,1 juta ton per tahun. Setelah program konversi selesai pada 2011 nanti, diperkirakan kebutuhan naik menjadi 5-6 juta ton per tahun," jelas Achmad.Achmad menjelaskan, surplus itu berdasarkan perhitungan produksi liquid natural gas (LNG) dari Qatar yang mencapai 70 juta ton per tahun. Belum lagi ditambah supply dari Arab Saudi sebesar 2 juta ton per tahun dan dari Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 3 juta ton per tahun."Dari 70 juta ton itu, bisa bikin elpiji 20 juta ton per tahun," katanya.Untuk mengamankan pasokan elpiji nasional Pertamina sudah bernegosiasi dengan berbagai pihak."Kalau pasokannya banyak kan harganya turun. Jadi kita ikat untuk long term contract sampai 10-15 tahun. Sekaligus mengamankan pasokan," katanya.Saat ini Pertamina tengah melakukan penjajakan dengan BP Australia untuk pasokan elpiji sebesar 1 juta ton per tahun, dari UEA sebesar 1,5 juta ton per tahun dan dari Qatar. Menurut Achmad, pasokan elpiji dari dalam negeri akan didatangkan dari lapangan Belanak milik Conoco Philip sebesar 450 ribu ton per tahun dan lapangan Banyu Udan sebesar 1,5 juta ton per tahun. Sementara dalam jangka panjang pasokan berasal dari lapangan Bontang, Kalimantan Timur yang akan memproduksi elpiji 1 juta ton per tahun pada 2014.
(lih/arn)











































