JWG RI-Singapura Tarik Investasi US$ 1 Miliar

JWG RI-Singapura Tarik Investasi US$ 1 Miliar

- detikFinance
Rabu, 29 Agu 2007 19:48 WIB
Bali - Joint Working Group (JWG) pemerintah Indonesia dengan Singapura ditargetkan bisa menarik investasi US$ 1 miliar.Kedua negara menyepakati 75 langkah dalam perbaikan iklim investasi yang tercantum dalam JWG."Joint Working Group bertugas untuk mengembangkan berbagai langkah untuk perbaiki iklim invetasi dalam rangka pengembangan Batam, Bintan dan Karimun. Menarik investasi US$ 1 miliar maupun menciptakan 130 ribu lowongan kerja," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.Hal itu diungkapkan Mari dalam jumpa pers Indonesia-Singapura 5th Joint Working Group Meeting, di Hotel Sofitel, Jalan Diana Pura, Seminyak, Kuta, Rabu (29/8/2008).Kunci utama menarik dana dan membuka lapangan kerja itu, jelas Mari adalah investasi. "Intinya adalah bagaimana melakukan kerjasama untuk mempernbaiki iklim investasi, yaitu ada langkah yang harus dilakukan oleh Indonesia, langkah yang dilakukan Singapura dan langkah yang harus dilakukan bersama," ujar Mari.Mari menekankan, inti dari perbaikan iklim investasi dengan memberi kepastian kebijakan secara umum. Perbaikan itu seperti pelayanan terpadu mengenai izin investasi, mengembangkan bebagai langkah untuk mengatasi masalah di bea cukai sehingga barang lebih cepat masuk keluar, imigrasi yang berkaitan dengan visa untuk keluar masuk tenaga kerja dengan frekuensi yang tinggi. Sementara di bidang pajak ada beberapa perbaikan yang dilakukan. "Ada juga permintaan untuk invesment di beberapa area seperti logistik yang saat ini terjadi boom untuk bangun kapal," kata Mari. Sementara Kepala BKPM M Luthfi mengatakan, dari hasil perbaikan tersebut menyebabkan berbagai proses pertumbuhan yang menggembirakan.Diantarnya komitmen investasi pada tahun 2006 naik 257 persen dibandingkan dengan tahun 2005 dari US$ 130 juta menjadi US$ 426 juta. "Kalau dilihat target daripada tiga tahun pertama adalah pertumbuhan investasi US$ 1 miliar dan penciptaan lapangan kerja 130 ribu. Bahkan kalau kita melihat realisasi investasi diselesaikan dalam dua tahun pertama, setelah komitmen pasca krisis tahun 1997 itu rasionya sekitar 32 persen," papar Luthfi.Sehingga jika angka 32 persen dimasukkan ke dalam rumus, maka pada akhir tahun 2009 setidaknya sekitar US$ 2,5 miliar akan masuk ke Batam, Bintan dan Karimun sebagai bagian dari investasi yang direalisasi. Beberapa sektor yang menjadi tujuan dari industri adalah petrokimia, perdagangan, elektronik, dan segi logistik seperti perminyakan dan pembuatan dok kapal. (ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads