Barang Terhambat di Merak, Perusahaan Ekspedisi Rugi Jutaan

Barang Terhambat di Merak, Perusahaan Ekspedisi Rugi Jutaan

- detikFinance
Kamis, 30 Agu 2007 14:25 WIB
Pekanbaru - Terhentinya barang di pelabuhan Merak, Banten, membut sejumlah pengusaha di Pekanbaru kelimpungan. Mereka menderita rugi hingga jutaan per harinya.Kebutuhan berbagai jenis sandang di Riau selama ini sebagian dipasok dari Jakarta. Misalnya saja, karpet, gorden, pakaian, sepatu serta berbagai jenis barang pecah belah. Kini akibat terganggunya jalur transportasi laut di pelabuhan Merak, truk-truk ekspedisi pengangkut barang masih saja teronggok disana. Jupri, Kepala Perwakilan PT Lima Nusa Ekpres, yang merupakan salah satu usaha ekpedisi di Riau kepada detikFinance, Kamis (30/8/2007) menyebut, dalam sepakan ini, pihaknya menerima keluha dari pemilik barang primer di Pekanbaru. Dia menceritakan, selama ini usaha ekpedisi yang dia tekuni, minimal dalam sehari ada 4 sampai lima truk jenis Fuso yang mengangkut kebutuhan primer dari Jakarta ke Pekanbaru. Biasanya, tiap hari truk itu ada yang mengangkut pakaian, barang pecah belah, karpet serta gorden. Tapi dalam sepekan ini, seluruh pasokan tersebut terpaksa tertunda hingga beberapa hari. "Sekarang ini kita terus menerima komplen dari pemilik barang itu. Mereka banyak protes karena stok dagangan mereka sudah mulai habis. Sementara pasokan dari Jakarta belum juga tiba, Tapi kami sudah jelaskan, bahwa ini terkendala soal teknis, bukan karena kami sengaja memperlambat pengiriman barang itu," terang Jupri. Selain itu, pihaknya juga mengalami kerugian yang dihitung dari uang tranportasi. Bisanya sekali perjalanan pulang pergi Jakarta-Pekanbaru, satu jenis truk minimal dibiaya dari uang BBM dan uang makan sopir minimal Rp 1,6 juta. Karena terjadi antrean yang panjang di pelabuhan Merak, pihaknya harus menambah uang saku para sopir dan kernet. Untuk satu angkutan ekspedisi pihaknya mengeluarkan dana ekstra minimal Rp 200 ribu per hari. "Kalau ada lima unit angkutan ekpedisi kita yang ikut atrean, itu artinya sehari kita minimal mengeluarkan dana ektra satu juta. Itu kalau sehari, tapi kadang malah tiga hari ikut antrean di sana," terang Jupri. (cha/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads