Pemerintah Berupaya Stabilkan Harga Beras di Masa Paceklik
Jumat, 31 Agu 2007 22:50 WIB
Bali - Pemerintah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi masa paceklik beras dan menstabilkan harga bahan pokok itu. Pemerintah juga mempersiapkan langkah untuk meredam kenaikan harga minyak goreng. Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Boediono kepada wartawan seusai mengikuti sidang kabinet yang dipimpin Presiden SBY di Istana Tampak Siring, Bali, Jumat (31/8/2007). "Kami baru melaporkan kepada Presiden mengenai kebijakan atau langkah yang akan kita ambil di bidang stabilisasi harga bahan pokok. Khususnya yang kita fokuskan adalah antisipasi mengenai masa paceklik untuk beras, sehingga kita dari awal ingin hal ini nantinya mendapatkan satu kestabilan harga," kata dia. Menurut dia, beberapa bulan ke depan hingga masa panen di bulan Februari 2008, produksi padi bulanan berada di bawah konsumsi bulanan. "Ini adalah paceklik. Ini adalah masa yang perlu diantisipasi, supaya stabil," jelas Boediono. Selain itu, kata Boediono, pihaknya juga mencoba meredam kenaikan harga minyak goreng. Terhadap laporan ini, kata Boediono, Presiden memberikan arahan agar tanggung jawab masalah beras itu di bulan-bulan mendatang akan diserahkan kepada Bulog sebagai stabilisator harga beras. "Dalam hal ini, Bulog diberi instrumen untuk menstabilkan itu, yaitu dengan menggunakan stok yang ada maupun impor," kata dia.Nantinya, Bulog bisa mengimpor sendiri atau bekerja sama dengan pihak-pihak lain. "Intinya adalah untuk mendapatkan jumlah yang cukup apabila diperlukan, dengan tujuan sasaran utamanya beras tersedia cukup di dalam negeri, harga stabil, kurang lebih pada harga yang sekarang ini," jelas Boediono. Terkait hal ini, lanjut Boediono, Menneg BUMN akan memberikan arahan, pedoman dan operasionalisasinya kepada Bulog. Sementara Menteri Perdagangan akan memberikan batasan mengenai harga dan semacamnya. "Intinya, harga seperti inilah yang akan kita pertahankan kurang lebih sampai puasa, hari raya, tahun baru dan mungkin sampai dengan menjelang panen yang akan datang. Ini yang kita inginkan kestabilan dari bahan yang sangat pokok ini, yaitu beras. Ini menyangkut kualitas yang rendah yaitu setingkat dengan IR64 kualitas 3, itu beras yang murah dan juga beras yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kita beri patokan untuk Bulog dalam menstabilkan. Jadi, sekali lagi harga stabil pada kurang lebih tingkat yang kita punya," kata dia.Bea Masuk Beras DinaikkanBoediono juga menyatakan bea masuk beras akan dinaikkan dari Rp 450/kg menjadi Rp 550/kg. Kenaikan bea masuk ini akan diberlakukan pada impor beras Bulog yang berikutnya. "Ini kita naikkan, tapi juga tidak melonjak. Intinya adalah stabilisasi. Oleh sebab itu tarif bea masuk kita masukkan Rp 100/kg. Itung-itungannya, cukup jangan sampai nanti harga anjlok terlalu jauh, tetapi juga tidak memberatkan importir. Bulog tidak rugi," jelas dia. Harga Minyak Goreng Mengenai peredaman harga minyak goreng, menurut Boediono, ada 3 instrumen yang akan dilakukan. "Dua instrumen akan segera diterapkan, sedangkan satu instrumen lagi menunggu kapan bisa diselesaikan, karena ini ada kaitannya konsultasi dengan dewan (DPR)," jelas dia.Instrumen yang segera diterapkan adalah, pertama, peningkatan dari pungutan ekspor (PE). "Pungutan ekspor sekarang tidak lagi 1 angka, persentasenya tergantung dari harga di luar negeri, berapa harga di luar negeri itu PE nya berbeda-beda tingkat kelompok harganya. Ketentuan ini akan berlaku mulai senin 3 September," terang dia.Kedua, operasi pasar atau pasar murah di bawah harga sekarang. "Plus nanti kemungkinan yang akan kita garap apakah bisa juga mendompleng pada program raskin. Tapi pada intinya pasar murah ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini bersama-sama dengan PE tadi," jelas dia. Langkah ketiga yang akan dikonsultasikan dengan DPR adalah mengenai kebijakan PPN untuk minyak goreng dan barang-barang yang terkait dengan itu. "Harus ada pembahasan dengan dewan yang nantinya apabila sudah disetujui ini akan kita terapkan. Jadi, belum berlaku masih dalam proses," ujar dia.
(asy/asy)











































