BPS: Pemerintah Harus Waspadai Inflasi Puasa dan Lebaran
Senin, 03 Sep 2007 18:53 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah mewaspadai terjadinya lonjakan inflasi di bulan puasa dan lebaran."Jadi pemerintah harus waspada di bulan puasa dan lebaran. Pemerintah harus meyakinkan dengan fakta distribusi dan stok aman," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di kantor BPS, Jalan Dr Soetomo, Jakarta, Senin (3/9/2007).Rusman menjelaskan, inflasi riil Januari-Agustus sebesar 3,8 persen. "Kalau bicara target 6 persen maka paling tidak kita punya cadangan 2,4 persen. Itu berarti tinggal 4 bulan lagi atau dibagi 4 maka rata-rata 0,6 persen per bulan," tutur Rusman.Jadi lanjut Rusman, bagaimana pemerintah bisa meyakinkan agar inflasi tetap terjaga terhadap kosumen dan suplai barang."Sebab inflasi itu bukan musuh pemerintah saja tapi musuh bersama, yang naik karena kenaikan harga barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat," jelas Rusman.Namun Rusman mengaku sangat senang atas pernyataan dirut Bulog yang mengatakan stok beras aman."Itu menyamankan pasar dan ternyata betul setelah kita cek stoknya cukup berlimpah sehingga tidak ada dampak psikologis orang menyimpan beras di bulan puasa, kalau kita bisa meyakinkan masyarakat stok cukup," jelas Rusman.
(ir/ard)











































