Garuda Food Terbebani Kenaikan Harga Kacang Tanah Dunia
Selasa, 04 Sep 2007 14:19 WIB
Jakarta - Naiknya permintaan akan bahan bakar alternatif dunia turut menambah beban produksi produsen makanan dan minuman Garuda Food. Kacang tanah yang merupakan bahan baku utama Garuda Food ikut terkerek naik seiring naiknya harga komoditas dunia."Harga kacang tanah naik karena digunakan sebagai substitusi minyak goreng akibat naiknya permintaan CPO dan jagung untuk biofuel," ujar Managing Director Food & Beverage Division Garuda Food, Hartono Admadja di sela-sela media gathering, di rumah makan Pendopo Kemang, Jakarta,Selasa (4/9/2007).Menurutnya kenaikan harga kacang tanah dunia itu diluar perkiraan Garuda Food. Perseroan memperkirakan harga kacang tanah akan berada dikisaran US$ 600-an per metrik ton sampai akhir tahun. Namun ternyata saat ini harga sudah di kisaran US$ 900-1.000 per metrik ton."Kenaikan harga kacang tanah juga dipicu minimnya suplai akibat gagal panen yang terjadi di India yang merupakan pengekspor terbesar kacang tanah," kata Hartono.Kenaikan harga kacang tanah tersebut berdampak signifikan karena per bulannya Garuda Food membutuhkan 1.500 ton kacang tanah. Separuh dari suplai tersebut merupakan kacang tanah impor.Untuk menyiasati hal itu, Hartono mengaku pihaknya telah menaikkan harga namun tidak signifikan. Garuda Food juga telah melakukan substitusi untuk bahan baku dan kemasan yang lebih murah."Kita lakukan kenaikan harga tapi tidak dirasakan konsumen, kita juga ganti bahan baku ke yang lebih murah, misalnya kentang yang sebelumnya diimpor dari AS, kita ganti kentang dari India. Untuk kemasan juga seperti itu, tapi tidak mengurangi kualitas," ujarnya.Sulitnya memprediksi harga komoditas terutama kacang tanah juga membuat Garuda Food untuk melakukan ekspansi ke perkebunan terutama untuk penanaman kacang tanah. Hartono mengatakan sebenarnya Indonesia bisa menjadi eksportir kacang tanah terbesar setelah India asal pemerintah mendukung."Kondisi ini membuat kami geregetan, kami masih mengkaji, anda bisa tanya saya lagi tahun depan," tambah Hartono.Niat untuk terjun langsung ini mengingat Garuda Food pernah mencoba melakukan kemitraan dengan petani kacang namun kurang berhasil."Lahan kemitraan kami mencapai 3.000 Ha, tapi bisa dibilang kurang berhasil karena kami lebih banyak mengeluarkan biaya untuk CSR," tandasnya.
(ard/ir)










































