Menperin: Minyak Tanah Terlalu Cepat Ditarik

Menperin: Minyak Tanah Terlalu Cepat Ditarik

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2007 15:56 WIB
Jakarta - Pertamina dituding terlalu cepat menarik minyak tanah, padahal pembagian kompor dan tabung gas belum merata.Akibatnya, tidak hanya rumah tangga yang kesulitan minyak tanah, industri kecil dan menengah (IKM) ikut terkena dampaknya.Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam rapat dengan Komisi VI DPR, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2007).Fahmi mengatakan, permasalahan yang dihadapi terjadi karena sosialiasasi dan edukasi pengalihan minyak tanah ke elpiji belum optimal, sehingga masyarakat masih takut dan belum bersedia menggunakan kompor gas."Selain itu distribusi kompor dan tabung gas untuk satu daerah belum rata namun penarikan minyak tanah di daerah tersebut dilakasanakan terlalu cepat," kata Fahmi.Menurut Fahmi, target tahun 2007 untuk distrsibusi kompor gas satu tungku dan tabung baja 3 kg dibagikan kepada 5.628.858 kepala keluarga (KK). Namun sampai 24 Agustus 2007 yang baru didistribusikan 1.178.350 KK di Jabodetabek.Langkah antisipatif untuk kelangkaan minyak sementara waktu tidak dilakukan penarikan minyak tanah untuk daerah yang telah menerima bantuan kompor dan tabung.Dilakukan pula percepatan penerapan standar untuk pengawasan produk yang akan didistribusikan dan mempercepat persiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian gas dan agen penjualan gas dan tabung baja elpiji."IKM yang masih banyak menggunakan minyak tanah adalah IKM pangan, IKM kimia, dan bahan bangunan seperti kerupuk, tahu, gula merah, bata genteng, rotan dan aluminium kuningan dengan total 100 ribu unit usaha yang mengkonsumsi 1,6 juta kiloliter per tahun.Untuk kebutuhan bahan bakar minyak tanah IKM selama ini dapat dipenuhi dengan memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah berdasarkan perpres 55 tahun 2005 tentang harga jual eceran bahan bakar minyak dalam negeri. Yaitu pemberian harga minyak tanah Rp 2.000 per liter yang diberikan pada kelompok IKM dengan penggunaan paling banyak 8 kiloliter per bulan yang penyediaannya langsung oleh depo Pertamina. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads