Menperin: Dampak Kepailitan PT DI Bisa Berantai
Selasa, 04 Sep 2007 18:25 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris menilai PT DI perlu dipertahankan karena merupakan bagian dari industri alat utama sistem pertahan (alutsista) yang strategis. Jika dipailitkan, dampaknya bisa berantai.Hal itu disampaikan Fahmi disela-sela raker dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR RI, Selasa (4/9/2007)."PT DI itu merupakan wilayah pertahanan keamanan yang tetap dipertahankan sebagai industri alutsista yang perlu dikembangkan," ujarnya.Fahmi sendiri mengaku terkejut dengan keputusan itu. Menurutnya konsekuensi jika PT DI dipailitkan akan sangat besar."Dampaknya akan berantai, PT DI dengan format yang disesuaikan dengan kebutuhan angkatan perang kita juga bisa mensuplai kebutuhan alutsista beberapa negara," ujarnya.Menurutnya, pemerintah terutama Departemen Pertahanan harus sepenuhnya turun tangan memperjuangkan agar PT DI tidak dipailitkan di tingkat kasasi. "Yang all out seharusnya Departemen Pertahanan yang punya kepentingan, yang punya kontrak. Departemen Perindustrian kan hanya sebagai pendamping," tandasnya.Selain Fahmi, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang juga anggota DPR RI MS Hidayat juga merasa terkejut perusahaan sehebat PT DI bisa dipailitkan. Menurutnya PT DI masih layak dipertahankan karena memiliki potensi dan bersifat menyerap banyak tenaga kerja."Dua tahun lalu ketika Kadin mendampingi kunjungan presiden ke Thailand saya melihat PT DI akan diberi order oleh Thailand untuk buat pesawat kecil untuk kepentingan pertaniannya, artinya masih ada kepercayaan dari luar. Hanya saja pada waktu itu terjadi miss management sehingga PT DI tidak dapat modal kerja," ujarnya.
(ard/qom)











































