Rusia Menusuk Asia Lewat RI

Rusia Menusuk Asia Lewat RI

- detikFinance
Rabu, 05 Sep 2007 09:50 WIB
Moskow - Rusia ingin mengukuhkan kehadirannya di Asia Timur. Namun tak lagi menggunakan cara militer, Rusia akan memperlebar sayapnya di Asia melalui ekonomi.Dalam rangka memperkuat posisinya di Asia Timur, Presiden Vladimir Putin akan melakukan kunjungan ketiga negara yakni Indonesia, Australia dan berakhir di Uni Emirat Arab.Di Indonesia, kedatangan Putin yang disertai para pengusaha top Rusia akan menandatangani sejumlah proyek strategis dengan nilai miliaran dolar.Putin yang akan datang ke Indonesia pada 6 September, didampingi oleh chairman LukOil, Vagit Alekperov, anggota Kadin Rusia dan investor miliuner Vladimir Yevtushenkov. Pihak Kremlin sudah mengkonfirmasi kehadiran para pengusaha-pengusaha penting itu. Nota kesepahaman penting akan diteken, misalnya Pertamina EP dan LukOil, Rusal dan PT Aneka Tambang. Putin juga akan menandatangani kerjasama militer dengan Indonesia. Menurut penasihat Kremlin, Sergei Prokhodko seperti dikuti dari Russian News, Rusia akan memberikan kredit sebesar US$ 1 miliar untuk peralatan militer Indonesia.Proyek-proyek penting yang akan ditandatangani Rusia dan Indonesia itu akan menjadi gerbang masuknya Rusia ke kawasan Asia Timur."Rusia ingin menemukan celah baru di kawasan Timur Asia. Rusia ingin masuk ke kawasan tersebut dan memperkuat kehadirannya melalui ekonomi, bukan basis militer," tegas Alexei Voskresensky dari Far East Institute di Moskow, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/9/2007)."Jelas sekali bahwa negara-negara di wilayah Timur Asia sekarang ini memainkan peran yang terus meningkat dalam kebijakan luar negeri Rusia," tambahnya. Setelah bertolak dari Indonesia, Putin akan ke Australia sekaligus menghadiri pertemuan APEC. Di Australia, Putin juga akan menandatangani sejumlah proyek penting, salah satunya soal pembelian Uranium untuk pembangkit listriknya. Putin selanjutnya akan menuju Uni Emirat Arab untuk bertemu Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan untuk melakukan pembicaraan bilateral. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads