Hindari Bencana, APEC Harus Tuntaskan Perundingan Dagang
Rabu, 05 Sep 2007 14:27 WIB
Sydney - Para pemimpin Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) harus memberi dukungan politik untuk perundingan perdagangan yang hingga kini masih macet. Langkah itu penting untuk menghindari bencana perekonomian dunia. Pertemuan para pemimpin APEC di Sydney, Australia akhir pekan ini diharapkan bisa mengambil sebuah kesimpulan mengenai perundingan perdagangan dunia yang hingga kini terus berlarut-larut. "Sebuah pernyataan diharapkan akan keluar untuk isu khusus ini pada akhir pertemuan APEC," ujar juru bicara kementerian luar negeri Jepang, Mitsuo Sakaba dalam forum APEC seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/9/2007)."Keputusan ini menjadi dokumen yang terpisah di WTO dan akan mengirim pesan yang jelas kepada komunitas internasional bahwa APEC siap untuk merampungkan perundingan demi kesuksesan perundingan putaran Doha," tambahnya.Forum APEC menjadi penting peranannya dalam memecahkan kebuntuan perundingan dagang dunia mengingat 20 negara anggota plus Hong Kong menyumbang 50% perdagangan dunia. Sakaba mengatakan, sebagian besar negara APEC termasuk Jepang akan memberikan draf kompromistis sebagai basis dari negosiasi."Sebagian anggota mengatakan: 'kami tidak dapat menghindari gagalnya negosiasi'. Dan itu akan menjadi bencana pada perekonomian dunia. Jadi APEC harus menunjukkan dukungan politik yang kuat atas kesuksesan negosiasi," tegas Sakaba.Menyusul forum APEC, pertemuan WTO akan berlangsung tiga pekan mendatang di Jenewa, Swiss. Pertemuan itu diharapkan bisa menuntaskan perundingan putaran Doha soal pemotongan tarif dan subsidi. Perundingan yang sudah berlangsung sejak tahun 2001 itu tak pernah tuntas hingga saat ini karena masing-masing negara ingin mempertahankan produknya dengan menerapkan tarif dan subsidinya.
(qom/ir)











































