Rusia, Negara Tanpa Utang dengan Tabungan US$ 200 Miliar

Rusia, Negara Tanpa Utang dengan Tabungan US$ 200 Miliar

- detikFinance
Kamis, 06 Sep 2007 10:10 WIB
Jakarta - Indonesia memang sudah sepantasnya melirik kerjasama dengan Rusia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat fenomenal, Rusia kini tak punya utang, bahkan memiliki cadangan devisa hingga US$ 200 miliar.Rusia yang mendapat keuntungan dari tingginya harga minyak dunia, kini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat hingga 6-7%. Tak heran, orang-orang kaya baru terus muncul di Rusia.Ketua Kadin MS Hidayat pun tak bisa menutupi kekagumannya atas perekonomian Rusia yang sangat mengesankan itu."Dia sudah tidak punya utang ke Bank Dunia atau IMF lagi. Dan terakhir saya dengar devisa mereka mencapai lebih dari US$ 200 miliar. Keunggulan mereka terutama di bidang teknologi, baja serta migas," terang Hidayat.Hal itu disampaikannya disela-sela Bisnis Forum Indonesia-Rusia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/9/2007). Sekitar 100 pengusaha Rusia ikut hadir dalam acara tersebut.Rencananya, sejumlah proyek strategis antara dua BUMN akan ditandatangani pada hari ini, bersamaan dengan kedatangan rombongan Presiden Vladimir Putin. Beberapa kerjasama strategis yang akan diteken adalah antara LukOil dan Pertamina dengan investasi awal US$ 1,6 miliar, kerjasama antara Rusal dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) senilai US$ 2,3 miliar dan Bank Mandiri dan Alfa Bank untuk pembiayaan proyek-proyek investasi."Jadi kalau investor mereka kesini, datang bersama banknya. Tapi yang ini nilainya belum disebutkan," jelas Hidayat.Total kerjasama yang akan ditandatangani sekitar US$ 4 miliar, dan kedepan akan menjadi US$ 7-8 miliar. Selain ketiga proyek itu, juga akan ditandatangani kerjasama antara swasta.Hidayat juga menyatakan, pagi ini di Istana dilakukan penandatanganan bantuan senjata senilai US$ 1 miliar. Forum Bisnis antara Indonesia-Rusia kali ini merupakan realisasi lanjutan dari kunjungan SBY ke Rusia tahun lalu. Pada saat itu, kedua kepala negara sepakat untuk menjajaki hubungan ekonomi yang lebih dalam. "Nah, sekarang ini realisasinya sekaligus balasan saling mengunjungi," katanya.Dengan besarnya cadangan devisa itu, Rusia berencana berekspansi ke Asia, Eropa Timur dan Afrika. Sayangnya, hingga kini produk ekspor Indonesia ke Rusia tidak terlalu banyak. Bahkan lebih banyak impor Indonesia ketimbang Rusia, terutama komoditas senjata. Sedangkan untuk sumber daya alam, Rusia merupakan negara dengan deposit terbesar dengan teknolgi yang sudah diakui dunia. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads