Wapres Minta Tekstil Berubah Jadi Industri Lifestyle
Kamis, 06 Sep 2007 11:37 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla meminta pengusaha tekstil untuk meningkatkan kualitas dan menjadikan tekstil sebagai industri lifestyle. Tekstil tak boleh lagi sekedar industri massal."Di masa mendatang harus dengan lifestye yang baru dengan mode dan corak yang baru. Jadi harus mulai beralih dari industri massal menjadi industri lifestyle," kata Kalla saat membuka pameran tekstil Indonesia di Hall B, Jakarta Convention Center, Kamis (6/9/2007).Menurut Kalla, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta, para pengusaha seharusnya lebih dapat menggiatkan industrinya karena pakaian termasuk tekstil merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat. "Industri tekstil sunset sama sekali tidak benar. Selama ada pasar, dengan mengikuti pertumbuhan penduduk, industri akan tumbuh. Dengan 220 juta penduduk, sebenarnya pemasaran dalam negeri bisa menjadi pondasi, sedangkan pasar luar negeri untuk peningkatan nilai," tambah Kalla.Ia meminta Asosiasi Tekstil untuk meningkatkan perannya terutama dalam mendukung para pengusaha tekstil untuk bersaing diluar negeri. "Peranan ini yang harus ada pada Asosiasi. Kelak jika industri ini dipermainkan oleh buyer yang punya keterkaitan satu sama lain, Asosiasi pada industri ini harus punya kekuatan, bisa bersaing secara bersama untuk tetap maju," sarannya.Kalla pun yakin jika hal itu dilakukan, maka di masa mendatang industri tekstil tidak lagi bergantung pada pasar luar negeri."Hari ini pendapatannya US$ 7 miliar, tahun bisa US$ 8 atau 10 miliar," cetusnya.
(qom/ir)











































