Tekstil Selundupan Bakal Berkurang Saat Lebaran
Kamis, 06 Sep 2007 13:19 WIB
Jakarta - Banjir impor tekstil selundupan yang biasanya terjadi menjelang puasa dan Lebaran dijamin akan berkurang pada tahun ini.Pemerintah dalam hal ini Ditjen Bea Cukai akan melakukan pengetatan terhadap impor tekstil ilegal tidak seperti tahun lalu. Pada tahun lalu tekstil ilegal telah menyerbu 50 persen pasar domestik menjelang puasa dan Lebaran yang merugikan pedagang lokal. "Saya yakin tidak akan seperti tahun sebelumnya, saat Lebaran tahun lalu yang penjualan tekstil dalam negeri tidak meningkat. Saya yakin tahun ini pasar bagus karena tekad dirjen bea cukai untuk mengurangi penyelundupan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin dan Aneka Depperin, Ansari Bukhari.Hal itu diungkapkan Ansari disela-sela acara Indonesian Textile and Apparel Fair (ITAF) 2007 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (6/9/2007).Sementara Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno mengatakan, puas dengan hasil kinerja bea cukai yang berhasil menangkap penyelundup tekstil sehingga memberikan efek jera."Saya yakin impor ilegal menurun, saya belum menghitung penurunannya karena itu kan hipotesa, impor ilegal kan tidak ada karcisnya sehingga susah menghitungnya," ujar Benny.Benny menjelaskan berdasarkan hitungan konsumsi masyarakat yang dikurangi produksi dalam negeri ternyata kekurangan sisanya merupakan tekstil ilegal.Pengusaha tekstil lokal saat ini masih menggantungkan penjualan untuk seragam yang lebih tinggi dari penjualan ritel. "Jadi di Indonesia konsumsi tekstil di-drive oleh emosi kelompok," katanya.
(ir/qom)











































