Tekstil Tidak akan Menjadi Foot Loose Industry

Tekstil Tidak akan Menjadi Foot Loose Industry

- detikFinance
Kamis, 06 Sep 2007 15:14 WIB
Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dipastikan tidak akan menjadi foot loose industry atau industri yang mudah berpindah-pindah seperti halnya sepatu. "Tidak mungkin industri tekstil seperti industri sepatu, karena perusahaan tekstil rata-rata tidak hanya menggantungkan order dari satu brand saja," kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari.Hal itu disampaikan disela-sela acara Indonesia Textille and Apparel Fair (ITAF),di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (6/9/2007).Menurutnya perbedaan antara sepatu dan tekstil, adalah tekstil memakai brand sendiri, namun kalau sepatu lebih senang memakai brand luar."Contohnya perusahaan Apac, dia pakai brand sendiri dan tidak bergantung pada macam-macam merek. Kalau TPT, istilah merek itu berada di garmen tapi kalau di serat, benang, kain, tidak ada merek," jelas Ansari."Yang di hulu kita kuat dan terintegrasi. Jadi hanya bagian garmen saja yang diberi merek. Yang lain tidak," tambah Ansari.Sementara itu ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno menyatakan, industri TPT hingga saat ini masih memegang peranan penting bagi perekonomian negara Indonesia.Dalam lima tahun terakhir tidak kurang dari US$ 5 miliar dihasilkan oleh industri TPT sebagai net ekspor. Bahkan dalam tahun 2006, net ekspor TPT telah mencapai lebih dari US$ 7,7 miliar."Namun angka-angka keberhasilan hendaknya tidak membuat kalangan industri TPT terlena. Tantangan datang terutama dari negara pesaing baru yang harus mendapat perhatian serius untuk mempertahankan eksistensi TPT Indonesia dalam perdagangan internasional."Akan lebih baik lagi jika Indonesia mampu meningkatkan pangsa pasar TPT di pasar dunia yang saat ini baru sebesar 1,7 persen menjadi 3 persen pada 2010," tambah Benny. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads