Pertamina Tidak Kurangi Pasokan Minyak Tanah
Kamis, 06 Sep 2007 19:57 WIB
Jakarta - Pertamina mengaku pihaknya belum mengurangi pasokan minyak tanah terkait dengan program konversi minyak tanah ke elpiji. Pertamina masih memasok minyak tanah sebanyak 9,56 juta kilo liter per tahun.Menurut Dirut Pertamina Ari Soemarno, kelangkaan minyak tanah di masyarakat yang memicu antrean panjang disebabkan banyak minyak tanah bersubsidi yang dioplos ke industri karena perbedaan harga yang besar."Kalau masyarakat mengantre susah mengontrolnya, perlu dicari cara distribusi sehingga ada jaminan pemakai minyak tanah yang dapat," ujarnya usai menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (6/9/2007).Ari mengatakan perbedaan harga minyak tanah bersubsidi untuk rakyat dengan minyak tanah dengan industri mencapai Rp 3.500 per liter.Ditempat terpisah, JK mengakui kelangkaan minyak tanah merupakan permasalahan dalam konversi minyak tanah ke gas. Menurutnya kelangkaan minyak tanah itu disebabkan karena masyarakat yang membeli melebihi batas kuota."Jadi antrian yang panjang itu karena masyarakat yang membeli melebih kuota, ada yang mengantre untuk kebutuhan sendiri dan ada juga yang lari ke oplosan," katanya.JK juga mengatakan sampai bulan Agustus program konversi berjalan lancar dan melebihi target yang ditentukan."Program itu terus berjalan, malah sudah melampaui target untuk bulan ini, 45 persen," kata JK.
(ard/ir)











































