Industri Tekstil RI Manfaatkan Kuota Tekstil AS untuk Cina
Jumat, 07 Sep 2007 13:52 WIB
Jakarta - Industri tekstil Indonesia memanfaatkan pengenaan kuota tekstil Amerika Serikat (AS) terhadap tekstil dan produk tekstil Cina. Pengenaan kuota terhadap Cina itu mulai mendongkrak ekspor produk tektil Indonesia ke AS.Demikian disampaikan Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian Isni di sela-sela Seminar Tekstil di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (7/9/2007)."Indonesia sudah bisa memanfaatkan hal itu yang berdampak pada naiknya ekspor tektil dan produk tekstil," ujarnya.Menurutnya, tahun 2005 ekspor tekstil dan produk tekstil ke AS senilai US$ 3,081 juta, tahun 2006 angka itu meningkat menjadi US$ 3,9 juta. Tahun ini ekpor tekstil dan produk tekstil ke AS ditargetkan sedikitnya sebesar 40 persen dari total ekspor tekstil dan produk tekstil RI sebesar US$ 10,6 juta.Ernovian mengatakan pasar AS yang dibidik Indonesia adalah pasar garmen dari katun. Hal ini seiring menurunnya ekspor Cina ke segmen itu akibat penerapan kuota tekstil.Sebelum adanya kuota itu, Cina menguasai ekspor celana katun sebesar 12,08 persen dan baju katun sebesar 20,33 persen. Namun, setelah penerapan kuota, ekspor Cina ke AS untuk celana katun turun menjadi 0,16 persen dan baju katun menjadi 1,35 persen.Sementara ekpor RI atas dua produk itu ke AS langsung naik menjadi 3,78 persen dari 3,68 persen untuk celana katun dan 8,84 persen dari 7,17 persen untuk baju katun.Untuk lebih meningkatkan ekspor tekstil dan produk tekstil RI ke AS, Ernovian mengatakan pengusaha Indonesia kini tengah meminta tarif khusus (preference tariff) ke AS.
(ard/ir)











































