Mallika, Si Raja Kedelai Hitam
Senin, 10 Sep 2007 12:08 WIB
Yogyakarta - Mallika siap hadir untuk menggusur Merapi, Slamet, Galunggung dan kawan-kawan. Mallika, si raja kedelai hitam ini diharapkan bisa menjadi varietas kedelai unggulan baru.Departemen Pertanian (Deptan) mengeluarkan SK Mentan untuk Mallika sebagai bibit kedelai hitam varietas unggul nasional. Mallika mampu menghasilkan kedelai hitam 2,9 ton/hektar atau lebih besar dibanding varietas lainnya yang hanya 2 ton/hektar.Dibandingkan dengan varietas kedelai lainnya, Mallika juga tahan terhadap kekeringan, tahan terhadap genangan air dan tahan terhadap hama kedelai. Selain bisa ditanam pada musim tanam bulan Maret hingga Juni, Mallika juga bisa ditanam pada bulan Januari-Maret di lahan tadah hujan.Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi dan Manajemen Agroindustri Fakultas Teknologi Pertanian Universtas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Mary Astuti dalam temu wicara "Revitalisasi Pembenihan Kedelai untuk Swasembada Kedelai Tahun 2015," di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, Senin (10/9/2007)."Adanya benih Mallika bisa menambah keanekaragaman hayati kedelai hitam. Sebab sejak 22 tahun terakhir hanya ada varietas Cikuray. Di Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi-umbian (Balitkabi) Deptan hanya ada empat varietas kedelai hitam sebelum Mallika, padahal varietas kedelai kuning mencapai 51 varietas," katanya.Menurut dia, sebelum Gus Dur menjadi presiden, pemberian nama benih kedelai menggunakan nama gunung seperti Merapi, Slamet, Galunggung dll. Namun setelah Gus Dur menjadi presiden, pemberian nama benih diberi kebebasan sehingga dipilihlah nama Mallika. "Mallika yang berarti raja atau kerajaan dalam Bahasa Tamil, kita berharap benih ini bisa menjadi raja dari varietas kedelai lokal khususnya kedelai hitam yang ada saat ini," katanya.Ciri-ciri Mallika mempunyai bulu coklat pada batang dan tempat polong serta mampu tumbuh bercabang sehingga mampu meningkatkan produktivitas. Umur panen berkisar 90-an hari dengan umur bunga 33 hari dan umur polong masak 67 hari dengan potensi hasil 2,4 ton/hektar, tapi sudah ada petani yang mampu menghasilkan hingga 2,9 ton/hektar.Dia menambahkan sejak program kerjasama Fakultas Pertanian UGM dengan PT Unilever yang akan menyerap produksi kedelai hitam untuk produk Kecap Bango, saat ini lahan pertanian kedelai hitam terus bertambah. Pada tahun 2003 mampu melibatkan 450 petani dengan 110 hektar lahan di Bantul, Nganjuk dan Trenggalek. Tahun 2006 meningkat menjadi 5 ribu petani dengan lahan seluas 600 hektar ditambah di Kabupaten Ngawi, Madiun, Jombang dan Blitar.Dalam acara itu Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Alimoeso mewakili Menter Pertanian, menyerahkan sertifikat SK Mentan untuk Varietas Mallika. Sutarto menyerahkan sertifikat itu kepada Dekan Fakultas Pertanian Prof Dr Ir Samto didampingi Direktur PT Unilever Joseph Bataona.
(bgs/qom)











































