Cina: Permen Berformalin Diproduksi di Indonesia

Cina: Permen Berformalin Diproduksi di Indonesia

- detikFinance
Senin, 10 Sep 2007 16:11 WIB
Sukabumi - Pemerintah Cina mendesak BPOM untuk segera mengklarifikasi public warning yang dibuat tentang permen-permen berformalin yang dituduh sebagai produk Cina. Mereka menilai produk-produk permen yang berformalin itu justru diproduksi di Indonesia, bukan Cina. Hal tersebut ditegaskan Konselor bidang Ekonomi dan Commercial Kedutaan Besar Cina untuk Indonesia Fang Qiuchen disela-sela peresmian Ground Breaking PLTU Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/9/2007). Jika tidak meralatnya, BPOM diminta segera menunjukkan bukti yang kuat bahwa permen-permen tersebut memang diproduksi produsen Cina. "Mereka (BPOM) harus menunjukan ke kita bukti yang kuat, atau mereka harus mengklarifikasi public warning yang memberi imej buruk itu," tegasnya. Tuntutan Cina itu sebenarnya sudah dilayangkan sejak lama, tapi BPOM belum meresponsnya hingga sekarang. "Mereka tidak bisa membuktikannya, mereka hanya bilang itu produk Cina," katanya. Fang menjelaskan, berdasarkan penyidikan yang dilakukan pihaknya sendiri, ternyata permen yang bermasalah itu bukan produk Cina. Bahkan sebagian diproduksi di Indonesia dengan tanda seperti merek Cina. "Padahal kami mengambil sampel dari pasar yang sama dengan BPOM," katanya. Ia juga menilai, prosedur yang dilakukan BPOM dalam melakukan public warning tidak sesuai peraturan. Harusnya, BPOM memberi tahu pihak Cina terlebih dulu sebelum mengumumkannya ke media. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ia juga mengeluhkan, selama ini banyak pengusaha Cina yang terhambat menjual produknya karena beberapa oknum pegawai BPOM atau polisi kerap meminta uang. "Banyak yang bilang ke saya, ada beberapa orang-orang BPOM dan polisi yang minta uang. Kalau mereka (pengusaha Cina) bikin masalah, mereka nggak bisa jual produknya," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads