Pergulatan Pedagang Pasar Asemka: Jualan Apa Saja Sepi

Pergulatan Pedagang Pasar Asemka: Jualan Apa Saja Sepi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 30 Des 2025 06:30 WIB
Pergulatan Pedagang Pasar Asemka: Jualan Apa Saja Sepi
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menjelang pergantian tahun, pedagang musiman kembali memadati Pasar Asemka, Jakarta Barat. Namun, geliat perdagangan di pasar produk musiman semakin tahun semakin sulit imbas sepi pembeli.

Kondisi ini seperti yang dirasakan Basir, pedagang kembang api dan trompet musiman yang membuka lapaknya agak ke belakang dari muka Pasar Asemka. Ia mengatakan penjualan tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Basir merupakan salah satu pedagang produk-produk musiman di pasar legendaris tersebut. Termasuk jelang tahun baru 2026 ini saat dirinya ikut berjuang kembang api dan trompet guna memanfaatkan momentum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian menjelang libur anak sekolah, banyak pedagang di pasar ini menjual mainan anak. Tak hanya mainan anak, juga ada aksesoris anak, alat tulis dan buku sekolah, botol minum dan kotak bekal makanan.

"Kalau lebaran ya banyak kembang api juga, terus Agustus itu kan tujuh belasan banyak jual kado atau hadiah-hadiah lomba kan, yang dijual ya yang lagi banyak dicari saja buat hadiah, nggak tentu," kata Basir saat ditemui detikcom di Pasar Asemka, Senin (29/12/2025).

ADVERTISEMENT

Di luar itu dirinya juga banyak menjual produk-produk yang sedang tren. Misalkan saja yang terbaru ada produk pistol mainan dengan peluru gel yang menurutnya sempat ramai dua bulan terakhir.

"Kemarin yang lagi musim sebelum ini, itu pistolan yang peluru gel kaya gitu (sambil menunjuk pistol mainan yang berada di lapaknya). Kemarin saya juga sempat jualan itu, masuk minggu-minggu kemarin baru jualan kembang api sama trompet," kata Basir

"Pistolan sempat ramai itu dua bulanan ini lah. Saya jualan pistolan waktu dua minggu awal lah, itu ramai banget. Sekarang sudah lumayan agak kendor kan, jadi balik lagi ke musiman ini saja buat trompet sama kembang api," sambungnya.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan untuk menutup omzet jualan harian yang semakin ke sini semakin sepi. Termasuk lapak dagangannya yang sehari-hari hanya menjajakan karpet dan keset.

"Jualan musiman ya buat menutup dagangan yang sehari-hari. Sekarang kan pasar sepi banget. Kalau bukan musim liburan kaya gini pasar benar-benar sepi. Tidur saya di sini, tidur saking kesalnya nunggu pembeli nggak ada, ngantuk tidur saja," ucapnya.

Namun saat ditanya produk musiman mana yang masih laku atau sudah mulai ditinggal pembeli, Basir mengatakan semua produk mengalami penurunan penjualan secara rata. Baik itu mainan, kembang api dan trompet, serta alat tulis anak.

"Semuanya turun sekarang, makanya kalau misalkan kita nggak mengandalkan yang musiman susah sekarang. Kayanya pasar memang semua sekarang sepi ya, mungkin gara-gara perekonomiannya," papar Basir.

"Bisa juga online, soalnya banyak juga yang datang ke sini buat bandingkan harga. Padahal kan barang online sama yang di sini beda. Sama-sama karpet misalkan, tapi kan yang di online sama di sini beda barang. Saya ada jual Rp 35 ribu, ditawar Rp 20 ribu, katanya harga online segitu, padahal mah beda produk kan," terangnya lagi.

Sebagai contoh untuk produk musiman pernak-pernik tahun baru ini saja, omzet penjualan Basir turun sekitar 35-50% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Padahal tahun ini jumlah pedagang yang ikut 'berkompetisi' jualan kembang api dan trompet masih lebih sedikit dari akhir 2024 lalu.

"Kalau omzet kembang api mungkin turun kisaran 35% lah. Kalau trompet lebih sedikit lagi yang beli, turun 50% dari tahun lalu. Padahal yang dagang juga lebih sedikit dibandingkan tahun lalu," ucapnya.

Pada akhirnya Basir menyimpulkan, baik itu produk yang dijual harian oleh pedagang Pasar Asemka maupun produk musiman, hasil penjualan secara keseluruhan kian merosot. Bahkan menurutnya kondisi ini sudah jauh lebih buruk dibandingkan saat pandemi kemarin.

"Penjualan pokoknya dari tahun ke tahun makin sepi. Malah pas pandemi masih lebih ramai, kelihatannya memang lebih sepi, tapi yang datang itu pasti beli. Ibaratnya dari 10 orang, 8 orang tuh beli," sambung Basir.

Simak juga Video: Alasan Warga Tangerang Beli Perlengkapan Sekolah di Pasar Asemka: Murah!

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads