Molor Terus, Divestasi Newmont Harusnya Masuk Tahap B to B

Molor Terus, Divestasi Newmont Harusnya Masuk Tahap B to B

- detikFinance
Selasa, 11 Sep 2007 17:01 WIB
Jakarta - Proses divestasi 3% saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) molor terus. Jika sesuai jadwal, seharusnya divestasi itu kini sudah memasuki tahapan business to business (b to b). "Seharusnya, kalau melihat urutan-urutan yang sudah kami lakukan, mestinya masuk tahap B2B," kata Presdir Newmont Nusa Tenggara Martiono Hardianto dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (11/9/2007). Penawaran pertama saham NNT dilakukan pada 14 Maret 2006. Namun karena penilaian saham 3% itu baru selesai pada bulan Juli, akhirnya NNT melakukan penawaran lagi pada 14 Juli 2006. Batas waktu yang ditentukan adalah 14 Agustus 2006. Namun pada baru pada 13 September 2006 Menkeu merespons dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga merespons pada 31 Agustus 2006. Pada 28 September pemerintah pusat meminta pengunduran batas waktu menjadi 31 Oktober 2006. Namun baru pada 7 November 2006 Gubernur NTB menyatakan niatnya untuk membeli. "Kami sih ikutin aja," kata Martiono. Sehari kemudian, pemerintah pusat menyatakan tidak akan membeli dan NTB bersama KSB lah yang berminat membeli. Akhirnya NNT melakukan penawaran lagi pada 13 Februari 2007 dengan batas waktu 8 Mei 2007. "Selama periode itu, kami tahu bahwa pemerintah dalam definisi kontrak karya pasal 1 tidak bisa memenuhi. Makanya kami usulkan pendanaan untuk pemda," katanya. Penawaran pendanaan dilakukan pada 10 Agustus 2007 dengan batas waktu 23 Agustus 2007. Terkait bantuan pendanaan itu, pemda Kabupaten Sumbawa tidak memberikan jawaban, pemprov NTB menyatakan menolak, dan pemda Kabupaten Sumbawa Barat meminta perpanjangan waktu 30 hari dari 23 Agustus 2007. KSB meminta perpanjangan waktu karena mendapat tawaran dari pihak lain dan butuh waktu untuk uji kelayakan. Menanggapi permintaan penawaran itu, Martiono hanya menyatakan bahwa pihaknya sudah terlalu banyak memberikan toleransi. "Kita sudah terlalu banyak toleransi. Sudah beberapa kali mundur. Harusnya sekarang sudah masuk b to b," katanya. Dalam tahap b to b, saham 3% itu akan ditawarkan pada perusahaan Indonesia ataupun perusahaan yang dimiliki WNI. Beberapa perusahaan memang sudah menyatakan ketertarikannya. Namun Martiono enggan menyebutkan perusahaan mana saja. Satu yang disebut-sebut sudah menyatakan minat adalah Bumi Resources. Kapan waktu penawaran resmi pada perusahaan Indonesia itu akan ditentukan oleh pemegang saham Newmont. Sedangkan untuk penawaran divestasi saham yang 7%, sebenarnya juga sudah melewati batas waktunya, yaitu Maret 2007. "Tapi kita kan tidak bisa begitu saja langsung masuk tahap B2B. Kita tetap tunggu respon pemerintah. Yang penting kita selesaikan dulu yang 3%" katanya. Nilai divestasi saham NNT yang 3% adalah US$ 109 juta dan nilai divestasi saham 7% adalah US$ 282 juta. Menurut Martiono, nilai divestasi saham NNT untuk tahap b to b bisa naik ataupun turun. Tergantung harga emas dan tembaga di pasaran. Saat ini harga logam dipasaran naik dalam 4 tahun terakhir. Namun menurut Martiono kenaikan itu biasanya hanya berlangsung 7-8 tahun, setelah itu bisa turun lagi. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads