Harga Beras Stabil, Pemerintah Belum Perlu Intervensi

Harga Beras Stabil, Pemerintah Belum Perlu Intervensi

- detikFinance
Selasa, 11 Sep 2007 18:19 WIB
Jakarta - Harga beras menjelang puasa dan lebaran sudah stabil sehingga belum diperlukan intervensi pemerintah seperti operasi pasar."Harga eceran tidak dipatok karena sekarang kita anggap harga sudah stabil dalam arti sudah terjangkau masyarakat dan tidak merugikan petani. Ini akan kita pertahankan," ungkap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.Hal itu disampaikan Mari disela-sela acara Indonesia-France Business Luncheon di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/9/2007).Namun apabila terjadi gejolak perubahan harga pemerintah akan melakukan evaluasi lagi yang akan dilakukan pemerintah melalui rakortas reguler."Kewenangan Bulog diperluas, untuk operasi pasar yang diminta pemerintah dan untuk bencana dia harus punya stok. Dia kan Perum terserah dia melaksanakannya yang penting harga stabil," tegasnya.Bulog kini dapat menjual langsung berasnya ke pasar dengan mekanisme pelaporan kepada Departemen Perdaganagn dan dewan pengawas."Bulog memiliki dua tugas, pertama mengamankan kalau ada bencana dan operasi pasar kalau harga beras tinggi," ujar mari.Harga beras per 11 September 2007 di pasar induk beras Cipinang adalah IR 64-I sebesar Rp 4.850 per kg, IR 64-II sebesar Rp 4.550 per kg dan IR 64-III sebesar Rp 4.250 per kg.Terkait gejolak harga sembako menurut Mari pihaknya terus melakukan koordinasi dengan produsen dan pedagang."Kita berusaha memperlancar transportasi dan mengamankan dari segi distribusi supaya tidak ada gangguan dan gejolak harga yang lebih tinggi," ungkap Mari.Khusus minyak goreng yang harganya terus melambung menurut Mari pemerintah sudah siap melancarkan pasar murah yang akan dilaksanakan dalam dua tahap. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads