SBY Ikut Frustrasi Terhadap WTO

SBY Ikut Frustrasi Terhadap WTO

- detikFinance
Rabu, 12 Sep 2007 17:50 WIB
Bandung - Tidak adanya kemajuan dalam perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) membuat semua orang frustrasi, termasuk juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun demikian, usulan kawasan perdagangan bebas tidak boleh lantas membuat perundingan WTO dikesampingkan."Karena WTO macet semua frustrasi, termasuk kita juga. Lalu muncul pikiran baru mengapa kita tidak bentuk free trade area di kawasan Asia Pasifik sebagai gantinya. Tapi kita harus jernih melihatnya," ujar Presiden SBY dalam orasi ilmiahnya di Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu (12/9/2007). Presiden kemudian memaparkan, di kawasan Asia Pasifik sendiri sudah ada cukup banyak zona perdangangan bebas. Baik yang lingkup bilateral maupun regional seperti ASEAN. Maka pembentukan zona baru yang juga lingkup regional itu justru akan menjadi tidak efektif. Bahkan dikhawatirkan melemahkan semangat mewujudkan agenda WTO yang lingkupnya global. "WTO tidak bisa digantikan karena itu global, sedangkan free trade area itu Asia Pasifik area itu regional. Posisi kita welcome untuk mendiskusikan free trade area kawasan, tapi jangan sampai melemahkan semangat mewujudkan WTO," ujarnya. Lebih lanjut Presiden SBY mengimbau negara-negara besar yang terlibat dalam forum APEC agar tidak terus-menerus ngotot dengan pendirian masing-masing. Semua pihak harus berlapang dada mengalah agar agenda WTO yang merupakan kepentingan bersama dapat diujudkan. "Ya kalau saling ngotot-ngototan ya nggak akan jadi. Negosiasi itu take and give. Negosiasi itu kompromi. Masing-masing mundur satu langkah, kemudian apa yang bisa kita lakukan bersama," imbuh Presiden SBY. (lh/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads