Harga Emas Meledak Sepanjang 2025, Jadi Biang Inflasi 11 Kali!

Harga Emas Meledak Sepanjang 2025, Jadi Biang Inflasi 11 Kali!

Anisa Indraini, Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 05 Jan 2026 12:04 WIB
Harga Emas Meledak Sepanjang 2025, Jadi Biang Inflasi 11 Kali!
Harga emas pemicu inflasi paling besar sepanjang 2025/Foto: Robert Lens/Pexels
Jakarta -

Harga emas yang melonjak tajam sepanjang 2025 ikut meninggalkan jejak pada laju inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar dan tercatat 11 kali menjadi penyumbang inflasi bulanan sepanjang 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau year to date (ytd) tercatat sebesar 2,92%. Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi ytd Desember 2021 hingga 2024, kecuali pada 2022.

"Secara umum selama Januari hingga Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang lebih sering muncul sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan. Emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan harga emas memang terjadi hampir sepanjang tahun lalu. Berdasarkan catatan detikcom, harga emas Antam 24 karat berulang kali mencetak rekor baru sepanjang 2025, seiring tingginya permintaan aset lindung nilai dan ketidakpastian global. Di tahun itu, harga emas akhirnya mencapai level Rp 2,5 juta per gram.

Pada penutupan perdagangan 31 Desember 2025, harga emas Antam berada di level Rp 2.501.000 per gram, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun, di mana per 1 Januari 2025 tercatat berada di level Rp 1.515.000. Kenaikan harga yang agresif ini membuat emas perhiasan kerap muncul sebagai pemicu inflasi bulanan, terutama dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

ADVERTISEMENT

BPS mencatat, emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang 2025. Frekuensi kemunculan yang tinggi ini menunjukkan kuatnya pengaruh pergerakan harga emas terhadap inflasi nasional.

Meski demikian, Pudji menjelaskan inflasi 2025 tetap dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, baik dari komponen harga bergejolak maupun komponen inti. Namun, dominasi emas perhiasan sebagai penyumbang inflasi menjadi salah satu ciri utama pergerakan harga sepanjang tahun lalu.

Dengan tren harga emas yang masih tinggi hingga akhir 2025, pergerakan komoditas ini diperkirakan tetap menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas inflasi ke depan.

Tonton juga video "Harga Emas Antam Ambruk Rp 95.000!"

(fdl/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads