Stok cadangan beras Perum Bulog yang melimpah sempat menuai kritik dari sejumlah pengamat. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan banyaknya cadangan beras menjadi penyelamat saat bencana alam terjadi di wilayah Sumatera beberapa saat lalu.
Rizal menyebut stok cadangan beras pemerintah yang sempat mencapai lebih dari 4 juta ton merupakan perencanaan matang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Strategi ini dinilai terbukti krusial saat terjadi kondisi darurat tidak terprediksi.
"Ini mungkin di awal-awal kemarin, mohon maaf, banyak pengamat yang mengoreksi dan lain sebagainya. Nah, manfaatnya seperti saat ini. Di saat ada bencana, di saat ada kontingensi yang tidak bisa kita prediksikan, membutuhkan kebutuhan-kebutuhan beras yang cukup besar," ujar Rizal saat Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia, Depok, Senin (5/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal mencontohkan kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebelum terjadi bencana, Bulog telah menempatkan stok 90.000 ton beras di gudang Bulog Aceh, 35.000 ton beras di gudang Bulog Sumatera Utara, dan 15.000 ton beras di gudang Bulog Sumatera Barat.
Langkah yang awalnya dianggap tidak mungkin ini ternyata memudahkan penyaluran bantuan saat bencana benar-benar terjadi. Rizal menyebut pada saat bencana, gudang-gudang Bulog di lokasi-lokasi wilayah berdampak bencana ini menyalurkan bantuan bencana.
"Syukur Alhamdulillah, terbukti bahwa seperti di Aceh, kita stokkan di Aceh itu 90.000 ton. Memang sesuatu hal yang tidak mungkin awalnya, tapi atas petunjuk dari beliau (Mentan Amran) kami laksanakan, kami stokkan 90.000 ton, dan tidak lama dari stok 90.000 ton tersebut terjadilah bencana kemarin," terangnya.
Baca juga: Mentan Targetkan RI Ekspor Beras Tahun Ini |
Untuk mempercepat distribusi bantuan di wilayah bencana, Bulog mengantongi diskresi dari pemerintah. Kini, para kepala daerah di zona bencana tidak perlu lagi menunggu birokrasi panjang dari pusat untuk mencairkan bantuan pangan.
"Cukup para Kepala Daerah itu membuat surat langsung ke Bapanas, tembusan ke Bulog tanpa harus menunggu respons dari Kepala Bapanas, kami bulog bisa langsung menyalurkan beras-beras kami ke masing-masing kabupaten kota sesuai dengan permintaannya," jelas Rizal.
Tak hanya itu, Rizal menegaskan adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar melipatgandakan stok bantuan bencana hingga tiga kali lipat dari jumlah biasanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban bencana yang mengalami kelaparan.
"Kami menempatkan di masing-masing bandara daerah bencana, itu kami stokkan tiap hari 20 sampai 50 ton beras. Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah ataupun BNPB maupun TNI, langsung bisa diambil di bandara, diangkat menggunakan helikopter maupun pesawat. Begitu juga yang ada di pelabuhan. Pelabuhan-pelabuhan bencana kami tempatkan 20 sampai 50 ton standby di masing-masing wilayah," katanya.
Tonton juga video "Respons Tito Soal Penjarahan Minimarket-Gudang Bulog di Sibolga"
(rea/ara)










































