Ekspor RI Panen di AS, Impor dari China Banjiri Pasar

Ekspor RI Panen di AS, Impor dari China Banjiri Pasar

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 05 Jan 2026 13:22 WIB
Ekspor RI Panen di AS, Impor dari China Banjiri Pasar
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kondisi neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$ 2,66 miliar pada November 2025. Surplus ini sudah terjadi selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-November 2025 surplus US$ 38,54 miliar. Surplus itu lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 56,15 miliar.

"Dari Januari-November 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus US$ 38,54 miliar. Surplus sepanjang Januari-November 2025 ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$ 17,61 miliar," kata Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara total baik migas maupun non migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat (AS) senilai US$ 16,54 miliar. Kemudian dengan India senilai US$ 12,06 miliar dan Filipina sebesar US$ 7,81 miliar.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, negara penyumbang defisit terdalam yakni dengan China sebesar minus US$ 17,74 miliar. Defisit juga terjadi dengan Australia sebesar minus US$ 5,04 miliar dan dengan Singapura minus US$ 4,66 miliar.

"Neraca perdagangan total yaitu migas maupun non migas, negara penyumbang surplus terbesar yaitu AS. Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok," ungkap Pudji.

Berdasarkan komoditasnya, penyumbang surplus non migas dengan AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorisnya (rajutan), serta alas kaki. Kemudian komoditas penyumbang surplus terbesar terhadap India yakni bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Dengan Filipina, surplus neraca perdagangan non migas terbesar berasal dari kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Di sisi lain, komoditas penyumbang defisit terdalam pada neraca perdagangan non migas Indonesia dengan China yakni mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.

Kemudian dengan Australia defisit non migas terbesar dari serealia, bahan bakar mineral, serta bijih logam, terak dan abu. Sedangkan dengan Brasil defisit US$ 1,65 miliar dari komoditas ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, serta kapas.

Tonton juga video "Banyak Ternak Mati, Mualem Minta Pemerintah Impor Sapi saat Ramadan"

(aid/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads