×
Ad

Menakar Dampak Serangan AS ke Venezuela buat Ekonomi RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 06 Jan 2026 05:55 WIB
AS Gempur Venezuela/Foto: via REUTERS/VIDEO OBTAINED BY REUTERS
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bikin geger dunia. Dia baru saja menginisiasi serangkaian aksi serangan militer ke negara kaya cadangan minyak Venezuela.

Sehabis penyerangan dilakukan, otoritas AS tiba-tiba menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan berbagai tuduhan, termasuk penyelundupan narkoba. Setelah rangkaian aksi tersebut, Trump mengumumkan akan mengambil alih cadangan minyak Venezuela.

Langkah ini akan dilakukan melalui pengerahan perusahaan-perusahaan minyak AS untuk berinvestasi miliaran dolar AS. Lalu, apa dampaknya ke Indonesia?

Tak Pengaruhi Ekonomi RI

Sebanyak dua menteri ekonomi Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto meyakini konflik di Venezuela tidak akan terlalu berpengaruh ke ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus memonitor perkembangan konflik Venezuela. Sejauh ini kekhawatiran kenaikan harga minyak belum terjadi usai penyerangan yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Venezuela dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

"Karena yang utama kan itu akan mempengaruhi harga minyak, tapi kita monitor harga minyak satu dua hari ini tidak ada gejolak tinggi dan perubahan. Harga minyak masih relatif rendah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Ketika ditanya apakah ada antisipasi khusus yang akan dilakukan pemerintah, Airlangga cuma mengatakan semua hal akan dimonitor oleh pemerintah. "Nanti kita monitor aja," katanya singkat.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dampak konflik Venezuela ke ekonomi Indonesia sangat terbatas. Kemungkinan dampak yang paling akan terasa adalah pergerakan harga minyak.

Suplai Minyak

Memang ada kekhawatiran suplai minyak berkurang karena Venezuela diserang AS. Namun, Purbaya menilai Venezuela sedikit memproduksi minyak beberapa tahun ke belakang. Artinya, kekhawatiran suplai minyak berkurang tidak terjadi.

Sementara, AS juga sudah mulai pengeboran minyak baru di Alaska. Dengan kondisi tersebut, pasokan minyak justru berpotensi bertambah dan harga minyak tidak naik tinggi.

"Mungkin mereka pikir akan turun suplainya tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska jadi nggak pengaruh ke suplai. Ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya akan bagus juga buat harga minyak dan suplai dunia," ungkap Purbaya.

Di sisi lain, pasar saham justru bergerak positif. Hal itu menunjukkan belum ada dampak dari konflik di Venezuela.

"Dari sisi ekonomi kan agak jauh, kalau dilihat dari pasar saham kan malah naik kan. Mereka lihat di situ positif, agak aneh sebetulnya, intinya liat pasar," tegas Purbaya.




(hal/acd)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork