Pemerintah Alirkan Dana ke Daerah Rp 155,7 Triliun

Pemerintah Alirkan Dana ke Daerah Rp 155,7 Triliun

- detikFinance
Kamis, 13 Sep 2007 11:44 WIB
Jakarta - Hingga 31 Agustus 2007, pemerintah pusat sudah mengalirkan dana ke daerah sebanyak Rp 155,7 triliun atau 60,16 persen dari total pagu belanja daerah APBN-P 2007 yang sebesar Rp 254,2 triliun. Hal tersebut disampaikan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo ketika ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (13/9/2007).Menurut Mardiasmo dana yang dialirkan ke daerah meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. "Yang tertinggi DAU Rp 123,2 triliun sudah sampai 74,8 persen, untuk DAK masih kecil 26,18 persen atau Rp 4,5 triliun, dana bagi hasil Rp 25,2 triliun itu 40,2 persen dan dana otsus itu Rp 1,9 triliun itu sekitar 46,24 persen, sementara sisanya dana penyesuaian," paparnya. Meskipun begitu, Mardiasmo mengatakan bahwa pemerintah pusat saat ini masih menunggu data realisasi penyerapan dana tersebut oleh daerah. "Jadi 60,16 persen itu tidak bisa dikatakan sebagai penyerapan daerah juga, untuk penyerapan daerah baru saja konfirmasi dananya harus diakumulasi," tambahnya. Dia mengatakan bahwa ada kemungkinan penyerapan anggaran daerah masih berada di bawah realisasi penyaluran dana dari pusat ke daerah, karena biasanya penyerapan terbesar pada DAU. "Karena kan DAU diasumsikan sebagai belanja pegawai, karena kan dianalogikan seperti itu meskipun tidak 100 persen benar tapi dari sisi cashflow dia kan tertekan, karena kan setiap bulan disampaikan daerah sehingga dapat diserap," imbuhnya. Realisasi penyaluran dana dari pusat ke daerah pada akhir Juli 2007 baru mencapai 50,6 persen.Namun dalam APBD seluruh Indonesia belanja modal sudah mencapai Rp 30,9 persen atau Rp 104,8 triliun.Angka itu menurut Mardiasmo relatif tinggi mengingat selama tahun 2005 belanja modal hanya terserap 24 persen atau Rp 21,64 triliun. "Mudah-mudahan ini bisa terealisir semua sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional," tuturnya. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads