Pertajam Fokus Bisnis, Unilever Indonesia Divestasi SariWangi

Pertajam Fokus Bisnis, Unilever Indonesia Divestasi SariWangi

Shalli Irda - detikFinance
Rabu, 07 Jan 2026 17:20 WIB
Pertajam Fokus Bisnis, Unilever Indonesia Divestasi SariWangi
Foto: Unilever
Jakarta -

PT Unilever Indonesia mengumumkan kesepakatan pelepasan (divestasi) bisnis teh di Indonesia di bawah merek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan FMCG lokal. Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi portofolio Unilever untuk memusatkan bisnis pada kategori inti yang besar dan berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) pada 6 Januari 2026. Divestasi ini memperkuat fokus Unilever Indonesia pada segmen utama bernilai tinggi dan mendukung nilai jangka panjang pemegang saham.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menyampaikan keyakinannya transaksi tersebut akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

Divestasi ini sejalan dengan strategi optimalisasi portofolio perseroan. Unilever Indonesia akan memusatkan sumber daya pada kategori yang lebih sedikit, namun memiliki skala dan peluang pertumbuhan yang lebih kuat.

Unilever Indonesia mengakuisisi SariWangi pada 1989 dan menjadikannya pionir teh celup, yang selama lebih dari tiga dekade dipercaya keluarga Indonesia berkat kualitas, inovasi, dan loyalitas konsumen.

Mengutip BCA Sekuritas, nilai transaksi divestasi ini disepakati sebesar Rp 1,5 triliun di luar pajak, lebih tinggi dari hasil penilaian independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan yang menetapkan valuasi Rp 1,488 triliun. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar 45% dari total ekuitas perseroan.

"Penjualan bisnis teh ini memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasi serta mengembalikan nilai kepada para pemegang saham dalam jangka pendek, sekaligus meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang," tulis manajemen.

Manajemen menjelaskan kontribusi bisnis teh SariWangi terhadap kinerja konsolidasi Unilever Indonesia tergolong moderat, dengan porsi sekitar 2,5% dari total aset serta kontribusi masing-masing 3,1% terhadap laba bersih dan 2,7% terhadap pendapatan usaha.

Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai ketentuan POJK 17/2020, namun tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena nilainya berada di bawah ambang batas 50% ekuitas. Penyelesaian transaksi ditargetkan rampung pada semester pertama 2026, setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi.

(akn/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads